Semakin Meluas, 70 Desa di Kabupaten Pati Krisis Air Bersih

9 October 2026 11:12

Pati: Krisis air bersih akibat kemarau ekstrem di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) semakin memprihatinkan. Sebanyak 70 desa di 13 kecamatan mulai mengalami krisis air bersih. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sejak September 2026. Namun bantuan air bersih kerap tersendat. Warga mengaku bisa bertumpu pada bantuan karena sumur dan mata air yang kerap menjadi andalan mereka untuk memperoleh air telah mengering.

"Ya bantuan kadang ada, kadang tidak. Satu sampai dua kali sehari ada," ujar Ana, Warga Ronggo Pati, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Jumat, 9 Oktober 2026.

Ana menyebut jika bantuan air mengalami kendala atau keterlambatan, dirinya bersama warga lainnya terpaksa meminta air kepada warga di lokasi yang belum mengalami kekeringan.

"Kalau enggak ada, ya minta-minta ke orang yang belum (kekeringan) itu," ujar Ana.
 

Armada minim


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya, menyatakan penyaluran bantuan air bersih dari BPBD sering mengalami kendala karena minimnya armada yang dimiliki. Martinur menyebut BPBD Pati  hanya memiliki lima armada dari 12 armada yang dibutuhkan. "Itulah yang memang selama ini kami rasakan, keterbatasan unit tangki, ya. Kami sudah berusaha untuk menghubungi beberapa pihak yang mempunyai armada tangki, tapi ternyata memang kelompok-kelompok yang mempunyai tangki itu juga menggunakan tangki untuk keperluan mereka sendiri. Contoh PMI, PMI itu mempunyai dua unit, tetapi PMI pun juga melakukan kegiatan dropping bantuan air bersih, sehingga tidak bisa menggunakan tangki PMI untuk membantu tugas," ujar Martinus. 

Bencana kekeringan juga semakin meluas di Kabupaten Sragen, Jateng. Kekeringan sudah melanda 20 desa. Kondisi ini memicu pengeluaran ekstra bagi warga terdampak yang terpaksa merogoh kocek lebih banyak untuk membeli air bersih akibat distribusi bantuan gratis yang tidak datang setiap hari.

Berdasarkan data BPBD Sragen per 4 Oktober, jumlah warga yang terdampak krisis air bersih ini telah menembus lebih dari 19 ribu jiwa. Salah satu wilayah terdampak parah berada di Desa Koang, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X