2025 Tercatat sebagai Tahun Terpanas, Dampak Perubahan Iklim Semakin Nyata

24 March 2026 13:12

Jakarta: Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorology Organization/WMO) merilis laporan terbaru yang mencatat periode 2015 hingga 2025 sebagai 11 tahun terpanas dalam sejarah. Hal ini menegaskan bahwa perubahan iklim terus berlangsung dengan dampak yang semakin nyata di seluruh dunia.

Laporan tersebut mencatat bahwa tahun 2025 masuk sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah. Suhu rata-rata global sekitar 1,43 derajat Celcius, lebih tinggi dibanding era praindustri 1850–1900.

Pemanasan global tidak hanya tampak dari meningkatnya suhu udara, tetapi juga melalui indikator lainnya, seperti suhu laut yang mencapai rekor tertinggi, pencairan gletser di berbagai belahan dunia, dan menyusutnya es laut di wilayah Arktik maupun Antartika.
 

Baca Juga: BMKG Ungkap Dampak Nyata Perubahan Iklim

Laporan tersebut juga menyoroti indikator baru berupa ketidakseimbangan energi bumi yang menunjukkan semakin banyak energi terperangkap dalam sistem iklim akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca.

Sejak 1960, para ilmuwan mencatat bahwa bumi terus menyerap panas bahkan laju akumulasi energi terus meningkat dan menandakan percepatan perubahan iklim. Akibatnya frekuensi cuaca ekstrem meningkat, mulai dari gelombang panas, badai tropis, hingga kekeringan yang sering melanda wilayah rentan dan masyarakat terdampak konflik.

Di sisi lain, lautan sebagai penyangga utama pemanasan global yang mampu menyerap sekitar 91 persen panas berlebih. Namun, laporan tersebut justru menunjukkan bahwa laju pemanasan laut saat ini lebih dari dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)