.,

Kemenkeu Waspadai Inflasi Akhir Tahun

3 December 2025 10:56

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengantisipasi terjadinya gejolak harga seiring musim hujan yang berdampak pada produksi pangan. Hal tersebut disampaikan merespons data inflasi dalam November 2025 yang tercatat melambat ke level 2,72 persen secara year on year (YoY), atau lebih rendah dibandingkan Oktober 2025, yakni 2,86 persen secara tahunan. 

Meski demikian, laju inflasi berada di atas target pemerintah, sebesar 2,5 persen. Direktorat Jenderal (Dirjen) Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menyebut bahwa inflasi inti berada pada level 2,36 persen secara tahunan. Hal tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang terjaga.
 



Inflasi administered price sedikit meningkat menjadi 1,58 persen secara tahunan, dari 1,45 persen secara tahunan, yang dipengaruhi oleh kenaikan tarif angkutan udara seiring bertambahnya permintaan. 

Ke depannya, Febrium menyatakan pemerintah juga akan terus memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan masyarakat menjelang hari besar keagamaan nasional, Natal, dan Tahun Baru (Nataru).

Termasuk dalam penyediaan untuk mencukupi kebutuhan program prioritas pemerintah di tengah tantangan gangguan cuaca. Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga akibat cuaca ekstrem, di antaranya melalui operasi pasar, penguatan stok, cadangan pangan, dan intervensi harga.





(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)