Israel menyatakan keinginannya untuk menghancurkan rudal balistik Iran dalam beberapa pekan terakhir. Rudal balistik tersebut dinilai menjadi ancaman, karena mampu meluluhlantakkan wilayah pendudukan Israel, termasuk Tel Aviv.
Padahal program rudal Iran sudah sesuai aturan internasional dan pengayaan uranium Iran yang sesuai dengan perjanjian non-proliferasi nuklir. Tidak ada ketentuan yang dilanggar.
Namun Israel tetap ngotot. Mereka mengklaim akan bertindak sendiri jika Republik Islam Iran melewati batas yang mereka tetapkan.
"Netanyahu itu berkali-kali ya, tidak mau ada Iran yang kuat dengan nuklirnya, tidak mau ada Iran yang kuat dengan rudalnya, karena semua itu mengancam Israel," ujar Analis Timur Tengah Dina Sulaeman, dalam program Metro Hari Ini Metro TV, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Dina, sebetulnya
Amerika Serikat (AS) bisa saja menjalin hubungan baik dengan Iran. Sayangnya, kebijakan luar negeri AS selalu ingin membela Israel.
"Dan Israel itu betul-betul merasa terancam oleh kekuatan senjatanya Iran, karena Iran memilih untuk membela Palestina," katanya.
Sebelumnya, Israel memperingatkan AS bahwa
Tel Aviv dapat melancarkan serangan secara mandiri terhadap Iran apabila ancaman rudal balistik Teheran dinilai melampaui garis merah yang telah ditetapkan, menurut laporan The Jerusalem Post yang dikutip Antara, Senin, 9 Februari 2026.
“Kami telah memberi tahu pihak Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melampaui garis merah yang kami tetapkan terkait rudal balistik,” ujar seorang pejabat pertahanan Israel, seperti dikutip laporan tersebut.
Menurut sumber-sumber Israel, program pengembangan dan produksi rudal balistik Iran dipandang sebagai ancaman eksistensial. Para pejabat Israel disebut telah menyampaikan pandangan tersebut kepada mitra mereka di AS melalui berbagai jalur komunikasi dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan itu menyebutkan bahwa militer Israel telah menyiapkan sejumlah rencana operasional, termasuk opsi serangan terhadap fasilitas-fasilitas utama yang terkait dengan produksi rudal Iran.
Perkembangan ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang kembali bergulir. Pada Jumat, perundingan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran digelar di Muscat, Oman, setelah sempat terhenti selama beberapa bulan.