Khamenei Tewas, Netanyahu: Kematiannya Penting Demi Perdamaian Dunia

1 March 2026 15:56

Israel: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tewas usai Amerika Serikat (AS) melayangkan serangan Udara ke Teheran, Iran, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyatakan kematian Khamenei penting untuk menyetop penggunaan nuklir yang dapat mengancam keselamatan umat di dunia.

Sebelumnya AS dan Israel meluncurkan serangan udara ke sejumlah titik strategis di wilayah Ibu Kota Iran. Mereka menyasar infrastruktur vital dan Kawasan penting pemerintahan. Tak hanya itu, operasi militer ini juga menargetkan pusat komando dan tokoh-tokoh penting dalam struktur kepemimpinan Iran. 

Dalam konferensi pers, Netanyahu mengungkapkan kabar kematian Pimpinan Tinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi militer yang dilakukan terhadap Iran. Dalam keterangannya, Netanyahu mengkalim bahwa mereka berhasil menewaskan orang yang sering melakukan penyerangan ke AS maupun Israel. 

"Selama 47 tahun, rezim Ayatollah telah menyerukan kematian untuk Israel dan kematian untuk AS. Mereka telah menumpahkan darah kita, mereka telah membunuh banyak orang AS," ucap Netanyahu, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Minggu, 1 Maret 2026.
 

Baca Juga: Kematian Khamenei Tak Akan Runtuhkan Sistem Republik Islam Iran

Lebih lanjut, Netanyahu menilai kematian Khamenei penting untuk menyetop penggunaan senjata nukril yang bisa dilakukan oleh Iran. Menurutnya, Khamenei tewas demi memastikan perdamaian terhadap seluruh umat dunia. 

"Hari ini, semua orang mengerti bahwa rezim teroris pembunuh ini tidak boleh dipersenjatai dengan senjata nuklir yang akan memungkinkan mereka mengancam keberadaan kita dan memungkinkan mereka mengancam perdamaian seluruh umat manusia," ujar Netanyahu. 

Ia juga menyebut bahwa kematian Khamenei merupakan kabar gembira bagi warga Iran karena selama ini Khamenei diklaim sebagai seorang diktator yang telah menakuti dunia. 

"Selama tiga setengah dekade, diktator kejam ini yang menakut-nakuti dunia dengan penghinaan terhadap rakyatnya. Rencana ini telah hilang dan ada banyak tanda bahwa diktator ini juga telah hilang," ungkap Netanyahu. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)