Fakta Temuan Ganja Berton-ton di Gudang Gresik

4 July 2026 09:48

Jakarta: Operasi gabungan Badan Narkotika Nasional, Kementerian Keuangan dan Polri berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis bunga ganja atau cannabis buds yang disimpan di pergunangan Prambanan Bizland, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Temuan narkotika ini disinyalir merupakan jaringan internasional yang digerakkan dari sejumlah negara di Asia. Kita akan bahas seperti apa penelusuran yang dilakukan oleh tim gabungan dan berapa total potensi jiwa yang berhasil diselamatkan.

Bunga ganja ini direncanakan akan diolah menjadi ekstrak tetrahydrocannabinol atau THC. THC ini akan digunakan sebagai cairan isi ulang atau cartridge rokok elektronik atau vape. Dan gudang di Gresik ini diduga merupakan pusat peredaran bahan baku di Indonesia. 

Kronologi temuan


Lalu seperti apa penelusuran temuan ganja 3,7 ton ini, kita akan telusuri kronologinya bersama.

Operasi ini merupakan kerjasama antara Badan Narkotika Nasional (BNN), kemudian Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, serta Polda Jawa Timur. Penelusuran ini dilakukan sejak 29 Juni hingga 1 Juli 2026 yang dilakukan di 5 daerah, yaitu di kawasan DKI Jakarta, kemudian Tangerang, Purwakarta, Surabaya hingga ke Gresik.

Pengungkapan awal kasus ini diawali dengan kecurigaan atas kedatangan peti kemas di daerah Tanjung Priok pada 29 Juni. Kemudian Bea dan Cukai berkoordinasi dengan BNN dan Polri untuk menganalisa atau analisis pemeriksaan dan juga pendalaman dari intelijen. Petugas meyakini bahwa kontainer berisi narkotika, tetapi tidak melakukan penghentian atau penyetopan. Petugas memilih metode pemantauan perjalanan peti kemas untuk menemukan lebih banyak lokasi-lokasi lain yang disinyalir merupakan tempat peredaran narkotika ini. Dari Tanjung Priok di Jakarta kontainer bergerak dengan jalur darat. Sebagian isi muatan itu menuju Purwakarta dan juga ditemukan barang bukti berupa 22 kg bunga ganja.

Ketika informasi didalami, didapatkan truk-truk tersebut menuju ke pergudangan di kawasan Gresik. Petugas barulah melakukan pemeriksaan peti kemas dan ditemukan kardus-kardus berlapis karet latex. Di dalam koper dan kardus ini ternyata berupa bungkusan-bungkusan plastik bertimah untuk menutupi isi yakni bunga dan batang ganja. Petugas pun menghitung setidaknya ada 500 koper dan juga 80 bal kardus latex ditemukan di gudang dan di truk. 


Dari mana asalnya narkotika dan siapa yang penggeraknya? 


Tim gabungan sudah mengamankan 12 orang dengan sangkaan terlibat sindikat internasional peredaran narkotika. Mereka yang dibekuk adalah pengusaha jasa transportasi, kemudian pengurus pengusahaan, ada supir truk, petugas pelabuhan, dan juga warga Tiongkok pemilik gudang di Prambanan Bizland. Bunga ganja ini didatangkan dari luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menyatakan peredaran narkotika ini merupakan sindikat internasional yang melibatkan setidaknya ada wilayah beroperasi di kawasan Indonesia, Tiongkok, Malaysia dan juga Thailand. Namun informasinya ini dikendalikan dari 2 WN asal Malaysia dan Tiongkok. 


Total potensi penyalahgunaan


Dari hitungan petugas, barang bukti sebanyak 3,7 ton tersebut dapat mencegah narkotika dikonsumsi lebih dari 10.114 juta jiwa serta berhasil menyelamatkan potensi ekonomi sebesar Rp4,585 triliun. Hingga saat ini tim gabungan masih memburu 2 pengendali lainnya karena diduga berada di luar negeri.

Kemudian Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto meminta masyarakat untuk turut memutus mata rantai peredaran dengan menjaga anak, keluarga dan juga lingkungan dari penyalahgunaan narkotika. 

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X