20 May 2026 13:23
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyoroti berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan. Menurutnya, situasi tersebut turut berdampak pada kondisi nasional, sehingga presiden perlu hadir untuk memastikan stabilitas, perdamaian, dan ketertiban di Indonesia.
Hal itu yang menjadi alasan utama Presiden Prabowo untuk menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, di DPR. Laporan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026.
"Peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa, Timur Tengah, dan di kawasan yang walaupun jauh dari kita tetapi memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan kita. Oleh karena itu, presiden harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara," kata Prabowo, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Rabu, 20 Mei 2026.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN tidak hanya berfungsi sebagai dokumen keuangan negara, tetapi juga menjadi instrumen perjuangan dan perlindungan bangsa. Menurutnya, APBN turut berperan dalam menjamin kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi pedoman bagi perjalanan masa depan bangsa.
| Baca Juga: Jadi Motor Kesejahteraan, 60 Ribu Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi pada Akhir 2026 |