Kemarau Ekstrem, Warga Bogor Kelimpungan Cari Air Bersih

21 September 2026 18:04

Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) mulai kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau ekstrem, salah satunya adalah Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Aliran Sungai Cileungsi yang selama ini menjadi sumber utama air warga kini mulai mengering setelah musim kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

"Kurang lebih 3-4 bulan kali ya, 3-4 bulanan ya," ujar Warga Citeureup, Vina, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Senin, 21 September 2026.

Vina menyebut untuk memperoleh air bersih, warga terpaksa harus menempuh jarak yang cukup jauh dari desa.

"Warga kebanyakan sih berbondong-bondongnya di daerah kali apa ya itu teh, Kali Lulut, Indogrand, sama Kali Lemper yang daerahnya lumayan jauh sih dari sini. Di sini soalnya kan kering banget ya," ujarnya. 

Vina juga menyebut warga terpaksa menggunakan air yang kotor untuk mencuci pakaian karena sulitnya memperoleh air bersih.

"Kalau yang Kali Lemper itu kan kalinya yang dekil ini ya, ya karena kan limbah dari pabrik-pabrik ya, jadi ya dia mau enggak mau walaupun air kotor dipakai nyuci daripada enggak ada," ujar Vina.

Di samping itu, meski pemerintah memberikan bantuan air bersih, tapi jumlahnya sangat terbatas.

"Ya kalau misalkan ada tetangga yang punya, minta tetangga, kadang beli air galon. Ada juga yang dari pemerintah, yang dari desa, cuma kan itu kan jarang ya, itu juga terbatas, terbatas pengirimannya. Nah jadi warga itu udah kesusahan air, 70% itu sudah enggak pada punya air," tegasnya. 

(Lutfia Azzahra)

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X