Hampir Sebulan, Karhutla di Kubu Raya Belum Padam

10 September 2026 16:27

Kubu Raya: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), masih belum padam selama hampir satu bulan. Kumpulan asap masih menutupi langit di kawasan tersebut.

"Dapat kami tunjukkan juga bahwa ada sedikit api di tempat di mana saat ini saya berada, yang mana ini merupakan lahan kosong dan untungnya tidak begitu dekat dengan permukiman," ujar Jurnalis Metro TV Safira Prameswari, dalam program Breaking News Metro TV, Kamis 10 September 2026.

Upaya pemadaman api sudah dicoba beberapa kali. Sayangnya api masih terus menyala. Terlebih kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut.

"Karena memang dari tanah sendiri yang berada di Kalimantan ini merupakan tanah gambut, sehingga untuk api ini susah dipadamkan," kata Safira.
 


Berdasarkan data SiPongi per hari ini, jumlah titik api (hotspot) kategori high confidence di Kalbar telah berkurang dalam 12 jam terakhir. Hanya tersisa tiga titik saja. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar tetap memperpanjang status tanggap darurat asap hingga 20 September 2026.

"Meskipun titik api ini sudah mulai berkurang, asapnya sekarang itu menjadi perhatian serius bagi masyarakat," ujar Safira.

Di sisi lain, dampak kemarau serta fenomena El Nino berkepanjangan juga membuat warga kini dilanda krisis air bersih. Air yang mengalir di rumah warga tergolong air payau, sehingga tidak dapat digunakan untuk dikonsumsi, mandi, maupun mencuci bahan makanan. 

Akibatnya, satu kepala keluarga (KK) yang terdiri dari lima orang harus mengeluarkan biaya sekitar Rp100 ribu per minggu untuk membeli sembilan galon air bersih. Kelangkaan ini dirasakan sangat memberatkan warga, yang menilai air bersih saat ini lebih sulit didapatkan dibandingkan bahan bakar minyak (BBM). 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X