Surabaya: Aksi damai ribuan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Surabaya menuntut penegakan hukum atas dugaan kasus penganiayaan, menyebabkan sejumlah ruas jalan di pusat kota ditutup sementara. Penutupan dilakukan petugas untuk mengantisipasi pergerakan massa dan menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas.
Ribuan pesilat dari perguruan PSHT menggelar aksi damai di depan Jalan Teuku Umar Kota Surabaya, Jawa Timur.
Aksi damai ini dilakukan untuk mendesak penegakan hukum atas kasus dugaan penganiayaan dan pembacokan terhadap anggota PSHT yang diduga dilakukan oknum debt collector.
Sejumlah ruas jalan di kawasan pusat Kota Surabaya ditutup sementara pada jumat sore menyusul aksi ribuan pesilat PSHT.
Penutupan dilakukan setelah massa bergerak dari Mapolrestabes Surabaya menuju kawasan Jalan Teuku Umar Kecamatan Tegalsari.
Petugas gabungan TNI dan Polri memasang water barrier serta melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik untuk mencegah kemacetan dan menghindari potensi gangguan keamanan.
Akses menuju Jalan Teuku Umar ditutup dari beberapa arah, di antaranya melalui Jalan Kartini, Jalan Pandegiling, dan Jalan Cokroaminoto.
Akibat penutupan tersebut, arus lalu lintas di kawasan Tegalsari dan sekitarnya mengalami kepadatan.
Petugas di lapangan terus mengarahkan pengendara agar tidak memasuki kawasan yang ditutup dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang diberlakukan.
Pengamanan ketat juga dilakukan di sepanjang ruas jalan yang menjadi titik konsentrasi massa untuk mengantisipasi terjadinya gangguan ketertiban maupun bentrokan.
Hingga petang, aparat masih berjaga di lokasi sambil memantau pergerakan massa dan memastikan situasi di kawasan pusat kota surabaya tetap kondusif.