Iran Diliputi Ketidakpastian Imbas Blokade AS di Selat Hormuz

23 April 2026 14:56

Teheran: Situasi Kota Teheran, Iran, diliputi ketidakpastian setelah Amerika Serikat (AS) memperpanjang gencatan senjata, namun masih mempertahankan blokade Selat Hormuz. Kondisi ini membuat warga kebingungan dalam membaca arah konflik yang semakin tidak jelas.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu secara sepihak. Pernyataan ini diumumkan satu hari sebelum masa berlakunya berakhir. Pada saat yang sama, negosiasi putaran kedua di Islamabad, Pakistan, belum terealisasi setelah Wakil Presiden AS James David (JD) Vance, menunda kunjungannya ke Ibu Kota tersebut.

Meski demikian, Trump tetap membuka peluang untuk bernegosiasi kembali dengan Iran. Bahkan ia menyebut negosiasi diperkirakan terjadi dalam tiga hari ke depan. 

Iran bersikeras tak akan jalani perundingan kedua 

Di sisi lain, Iran telah mengonfirmasi soal adanya perpanjangan gencatan senjata. Namun, pihaknya hingga kini juga belum memberikan sinyal kesiapan untuk kembali menjalankan perundingan lanjutan. 

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan mengikuti negosiasi putaran kedua di Pakistan selama AS masih memberikan tekanan dan mempertahankan blokade di Selat Hormuz.

Iran menyatakan kesediaannya untuk kembali ke meja perundingan melalui jalur diplomasi, dengan syarat AS menghentikan blokade serta tidak lagi mengajukan tuntutan yang dinilai berlebihan.
 

Baca Juga: Iran Ultimatum AS-Israel, Ancam Bakal Bombardir Jika Diserang

Kondisi Teheran pasca perpanjangan masa gencatan senjata 

Sikap Pemerintah Iran tersebut juga sejalan dengan pandangan publik di sana. Banyak warga menyuarakan dukungan agar pemerintah tidak terburu-buru menerima negosiasi, terutama di tengah tekanan dan blokade yang masih berlangsung.

Bahkan sejak awal, publik Iran telah menunjukkan penolakan terhadap rencana negosiasi dengan AS. Mereka menilai kehadiran AS di meja perundingan bukan untuk mencari solusi, melainkan untuk mendikte dan pada akhirnya memberikan ancaman berlebih bagi Iran.

Sementara itu, suasana di Kota Teheran kini juga telah dipenuhi nuansa propaganda perlawanan. Sejumlah poster dan baliho bernarasi konfrontatif terhadap AS dan Israel tampak tersebar di jalanan hingga dinding gedung.

Beberapa di antaranya menampilkan ilustrasi kapal perang AS yang digambarkan terperangkap dalam jaring, serta pesan-pesan sindiran yang mengarah pada operasi militer Israel.

Meski diliputi kebingungan terkait arah dan akhir konflik akibat sikap AS yang tidak konsisten, Iran tetap berada dalam kondisi siaga menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan situasi.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)