Riau: Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad memimpin doa lintas agama untuk Almarhumah Dimaris Isni Sitio di rumah duka, di Kecamatan Rumbai, Jumat, 1 Mei 2026. Dimaris menjadi korban perampokan dan pembunuhan pada Rabu, 29 April lalu.
"Kami Bersama keluarga besar yang hadir di sini mendoakan kepada Almarhumah Ibu Dimaris Isni Sitio semoga tenang di sisi-Nya. Dan kami mendoakan keluarga yang ditinggalkan ketabahan," kata Kombes Pandra.
Kombes Pandra juga memohon agar Tuhan Yang Maha Kuasa menunjukkan siapa dalang di balik perampokan dan pembunuhan tersebut.
"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menunjukkan siapa yang salah dan segera akan kami proses secara hukum," ujar Kabid Humas Polda Riau.
Pengusutan kasus perampokan dan pembunuhan
Polda Riau mengusut kasus dugaan perampokan disertai kekerasan yang menyebabkan korban tewas tersebut. Penyidik Polda Riau beserta jajaran sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kombes Pandra membeberkan hasil olah TKP. Menurut Pandra, ada empat orang termasuk anak menantu korban.
"(Anak menantu korban) sempat cium tangan, pelaku lain bawa balok dan pukul korban sampai tak sadarkan diri, setelah itu perhiasan hilang dan cincin pernikahan korban juga hilang diduga dibawa pelaku," kata Pandra kepada Metrotvnews.com, Sabtu, 2 Mei 2026.
Pandra menyebut kasus ini menjadi perhatian serius pimpinan kepolisian, terutama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Sehingga, proses pengungkapan dilakukan secara maksimal dan menyeluruh.
"Ada kalung sekitar 15 gram yang hilang, uang 400 dolar singapura, ditambah cincin 12 gram," kata Pandra.
Periksa empat saksi
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah memeriksa empat saksi. Penyidik juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026, setelah sebelumnya terjadi dugaan percobaan pembobolan kamar pada 8 April.
"Dari hasil pendalaman dan analisis CCTV, penyidik sudah mengarah pada satu orang yang patut diduga sebagai pelaku. Namun kami masih membutuhkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka," ungkap Pandra.
Pandra berharap dalam waktu tak terlalu lama, pelaku dapat ditangkap. Sehingga, dapat mengetahui motif dan pelaku lain dalam pembunuhan itu.