Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat mendatangi rumah korban. Dokumentasi/ Polda Riau
Pembunuhan di Pekanbaru, Polda Riau: Perhiasan hingga Dolar Singapura Dirampok
M Sholahadhin Azhar • 2 May 2026 00:40
Jakarta: Polda Riau mengusut kasus dugaan perampokan disertai kekerasan yang menyebabkan korban tewas di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Penyidik Polda Riau beserta jajaran sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra, membeberkan hasil olah TKP. Menurut Pandra, ada empat orang termasuk anak menantu korban.
"(Anak menantu korban) sempat cium tangan, pelaku lain bawa balok dan pukul korban sampai tak sadarkan diri, setelah itu perhiasan hilang dan cincin pernikahan korban juga hilang diduga dibawa pelaku," kata Pandra kepada Metrotvnews.com, Sabtu, 2 Mei 2026.
Pandra menyebut kasus ini menjadi perhatian serius pimpinan kepolisian, terutama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Sehingga, proses pengungkapan dilakukan secara maksimal dan menyeluruh.
"Ada kalung sekitar 15 gram yang hilang, uang 400 dolar singapura, ditambah cincin 12 gram," kata Pandra.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah memeriksa empat saksi. Penyidik juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026, setelah sebelumnya terjadi dugaan percobaan pembobolan kamar pada 8 April.
"Dari hasil pendalaman dan analisis CCTV, penyidik sudah mengarah pada satu orang yang patut diduga sebagai pelaku. Namun kami masih membutuhkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka," ungkap Pandra.
Pandra berharap dalam waktu tak terlalu lama, pelaku dapat ditangkap. Sehingga, dapat mengetahui motif dan pelaku lain dalam pembunuhan itu.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat mendatangi rumah korban. Dokumentasi/ Polda Riau
Pandra berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku tersebut, bisa melapor. Yakni, melalui call center 110 atau kepada polisi langsung.
"Kami akan terus mengejar pelaku di mana pun berada dan memastikan kasus ini terungkap secara tuntas," ujar Pandra.