4 September 2026 15:59
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas menyebabkan kualitas udara sangat berbahaya untuk kondisi kesehatan. Di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), misalnya. Indeks kualitas udara Kota Pontianak hingga pagi hari waktu setempat berada di kondisi berbahaya, yaitu berada di angka 433.
Dikutip dari tayangan Metro Siang pada Jumat, 4 September 2026, Dinas Kesehatan Kalbar mencatat pada minggu ke-26 hingga ke-34 pada tahun ini, sebanyak 54 ribu warga Kalbar menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Guna mengantisipasi lonjakan penderita ISPA akibat karhutla, Dinas Kesehatan Kalbar mendirikan 63 titik rumah oksigen, mendistribusikan obat-obatan serta membagikan ribuan masker kepada warga terdampak di delapan kabupaten di Kalbar. Dinas Kesehatan juga meminta seluruh puskesmas untuk bersiaga dan aktif selama 24 jam.
Sementara di Provinsi Riau, api kembali muncul muncul di lahan gambut di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. Per Kamis, 3 September 2026, terdapat sekitar 20 hektare lahan gambut yang sudah terbakar.
Api yang kembali muncul didiuga, karena musim kemarau yang masih melanda wilayah tersebut. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hilir mendeteksi 64 titik api di 12 kecamatan yang terdampak.