Jakarta: DPR RI menggelar rapat paripurna ke-9 dalam rangka pengambilan keputusan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Ketenagakerjaan. Rapat paripurna digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 6 Oktober 2026.
Rapat Paripurna ke-9 itu dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani. Didampingi oleh empat wakilnya, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurizal, dan Sari Yuliati.
"Terkait dengan agenda Rapat Paripurna ke-9 di DPR pada hari ini mencakup tiga hal begitu, ya. Yang pertama adalah pengambilan keputusan atau pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan, kemudian yang kedua pengesahan ataupun pengambilan keputusan mengenai Rancangan Undang-Undang Satu Data Indonesia, dan yang ketiga mengenai pendapat dari fraksi-fraksi mengenai Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset," ujar Jurnalis Metro TV, Rona Marina, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.
Terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, Rona menyebut pengesahan RUU ini telah ditunggu oleh masyarakat luas. RUU ini tidak hanya memuat nasib buruh, pesangon dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tetapi juga memuat produktivitas kerja, kesamaan derajat ketika sedang bekerja, proses untuk mencari tenaga kerja, durasi kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), outsourcing, dan pengupahan.
Sebelumnya, Komisi IX DPR RI bersama Pemerintah secara resmi menyepakati RUU tentang Perlindungan Ketenagakerjaan untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II atau Rapat Paripurna DPR RI. Kesepakatan tersebut diambil usai seluruh fraksi di Komisi IX dan pemerintah menandatangani naskah RUU dalam rapat kerja bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
"Hari ini telah diselesaikan rapat kerja untuk selanjutnya Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan dilanjutkan untuk bisa diputuskan sebagai undang-undang di paripurna terdekat, rencananya besok." kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Putih Sari, dikutip dari tayangan
Breaking News Metro TV, Senin, 5 Oktober 2026.
(Lutfia Azzahra)