Detik-Detik Buldozer Israel Hancurkan Pabrik Semen di Tepi Barat Palestina

21 May 2026 21:08

Pasukan militer Israel kembali melakukan tindakan penghancuran secara ilegal terhadap sebuah pabrik semen milik keluarga Palestina di Desa Kharbatha Bani Harith, wilayah Tepi Barat yang diduduki. Aksi pembongkaran ini menggunakan unit buldozer dan dilakukan sebagai bagian dari upaya perluasan wilayah penjajahan oleh pihak Zionis Israel.

Berdasarkan keterangan pengelola pabrik, proses pembongkaran tersebut dilakukan secara mendadak pada pagi hari sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Pihak pengelola menegaskan bahwa tidak ada surat pemberitahuan atau peringatan yang diberikan sebelumnya oleh otoritas terkait, padahal proses perizinan bangunan tersebut diklaim masih berjalan.

"Meskipun pengacara kami sedang mengurus proses perizinan dengan Administrasi Sipil Israel di Bet El, mereka langsung datang dan mulai merobohkan bangunan begitu saja tanpa meninggalkan peringatan sedikit pun," ungkap manajer pabrik, Omar Shamasneh yang dikutip Metro Hari Ini pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pabrik semen ini merupakan sumber penghasilan utama bagi para pekerja dan penduduk yang tinggal di sekitar desa. Kehilangan fasilitas ini tidak hanya berdampak pada pemiliknya, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi warga lokal yang bergantung pada operasional pabrik tersebut.
 

Baca juga: Meski Diancam Israel, Warga Palestina Tolak Angkat Kaki dari Desa Khan Al-Ahmar

Selain pabrik, situasi di kawasan Desa Kharbatha Bani Harith kian memanas karena terdapat sekitar 10 rumah warga lainnya yang kini terancam digusur paksa oleh pihak Zionis. Warga menyebutkan bahwa ancaman terhadap pemukiman mereka meningkat sejak berdirinya pemukiman ilegal Zionis di sekitar desa mereka.

Proses penghancuran tersebut mendapat perlawanan dari warga yang berkumpul di lokasi untuk memprotes tindakan ilegal tersebut. Untuk membubarkan massa, pasukan Israel menembakkan gas air mata, granat kejut, hingga peluru tajam ke arah warga Palestina.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kekerasan di wilayah Tepi Barat. Sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 759 warga Palestina di Tepi Barat terbunuh akibat serangan dari pasukan militer maupun pemukim ilegal Israel.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)