Misteri Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur

31 July 2026 16:53

Jakarta: Misteri kematian seorang petugas Satuan Pengamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat masih menyisakan banyak tanda tanya. Korban ditemukan mengapung dalam kondisi kedua tangan terborgol di arah belakang. Sejumlah temuan baru dari hasil penyelidikan pun menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Sumarna. Usianya 40 tahun yang bertugas sebagai petugas keamanan objek vital di kawasan Waduk Jatiluhur. Ketika kejadian, korban tengah menjalankan piket malam sebelum kemudian dinyatakan hilang. Satu hari kemudian, tepat pada Jumat, 24 Juli 2026, korban ditemukan meninggal dunia. Penanganan kasus ini berada di bawah Direkturat Terserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat.

Kronologi kejadian


Peristiwa ini bermula pada Kamis, 23 Juli sekitar pukul 22 waktu Indonesia Barat. Di pos jaga korban ditemukan dalam keadaan kosong. Sementara sepeda motornya masih terparkir di lokasi. Ponsel korban tidak bisa dihubungi. Dan HT miliknya ditemukan berada di atas sebuah perahu.

Kondisi ini memicu rekan kerja bersama dengan warga melakukan pencarian. Dan keesokan harinya, korban ditemukan mengapung di perairan Waduk Jatiluhur dan langsung dievakuasi oleh pihak polisian.

Ketika ditemukan kedua tangan korban dalam kondisi terborgol ke belakang. Korban juga masih mengenakan seragam satam yang lengkap.

Fakta baru penyelidikan


Dari hasil penyelidikan akhirnya berhasil mengungkap sejumlah temuan-temuan baru. Yang pertama polisi menemukan adanya luka memar di bagian kepala. Dan ditemukan lecet-lecet pada bagian tubuh korban. Dari temuan tersebut ada luka di kepala, kemudian juga lecet di tubuh korban. Penyelidik menduga korban mengalami tindak kekerasan sebelum meninggal dunia. Bahkan ada dugaan lainnya, yaitu jasad korban dibuang ke waduk setelah korban meninggal. 


Duga dugaan yang diselidiki


Sejauh ini ada dua kemungkinan yang disebutkan oleh penyelidik yang menjadi penyebab dari peristiwa yang ini.
Yaitu yang pertama adalah dugaan yang berkaitan dengan vandalisme. Sebelumnya, korban disebut sempat menegur sekelompok pemuda yang diduga melakukan vandalisme di kawasan waduk. 

Kemudian untuk dugaan kedua mengarah pada kemungkinan korban terlebih dahulu menjadi sasaran kekerasan. Sebelum akhirnya jasadnya dibuang ke perairan waduk Jatiluhur.

Jejak penyelidikan


Untuk bisa mengungkap penyebab pasti kematian korban, polisi telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari oleh tempat kejadian perkara. Kemudian juga  autopsi dan juga pemeriksaan forensik yang dilakukan secara bersamaan. 

Sejauh ini untuk update proses penyelidikan, polisi sudah memeriksa sedikitnya ada 15 orang saksi. Saksi adalah pihak-pihak yang berada di sekitar kejadian. Untuk pendalaman lebih lanjut tidak menutup kemungkinan juga dilakukan pemeriksaan terhadap ahli. Baik itu misalnya dokter maupun ahli-ahli lainnya. 

Pihak kepolisian juga menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum akhirnya korban ini dinyatakan hilang. Ini penting untuk mengetahui kira-kira dari mana korban berada hingga akhirnya berada di Waduk Jatiluhur. Yang tidak kalah penting penyidik juga terus mengumpulkan barang-barang bukti. 

Hingga saat ini polisi masih belum menemukan dan mengumumkan adanya tersangka dalam kasus tersebut. Meskipun sudah cukup banyak orang yang diperiksa kemudian juga pendalaman terhadap bukti-bukti dan lainnya. Oleh karena itu kita juga terus menunggu update-nya terkait penyelidikan kasus tersebut. 

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X