Asap Karhutla Kian Pekat, Kasus ISPA di Kotawaringin Timur Meningkat

23 September 2026 16:11

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus meluas di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Akibatnya, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan di wilayah tersebut. 

Warga yang terpapar oleh asap mulai mengeluhkan sejumlah gejala. Misalnya, batuk, pilek, tenggorokan terasa sakit, hingga sesak napas. Kepala Puskesmas Baamang 1, Miftahun Nisa menyebut kasus ISPA pada Agustus mencapai 256 orang. Sementara pada September hingga tanggal 21, kasus yang ditangani masih berada pada angka 138 orang.

"Kemarin dari 1 sampai tanggal 30 Agustus itu pasien ISPA 256 orang. Kalau pasien ISPA di bulan September ini, tanggal 1 sampai tanggal 21 itu ada 138 orang. Setelah itu kadang-kadang pasien itu kalau dia enggak terlalu parah, dia bisa beli obat," ujar Miftahun, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Rabu 22 September 2026. 

Miftahun menyebut kualitas udara Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini sangat berbahaya bagi kelompok rentan, terutama lansia. Bagi warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, diminta untuk mendapatkan perhatian lebih selama kualitas udara masih buruk.

Hingga saat ini, pemerintah daerah (Pemda) Kalteng bersama petugas gabungan masih terus melakukan penanganan karhutla untuk mengurangi sumber asap yang mencemari udara di Kotawaringin Timur. 

Sementara itu, berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per 22 September pukul 14.00 WIB, kualitas udara di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masuk dalam kategori Berbahaya.

Direktur Perlindungan dan Pengolahan Mutu Udara KLHK, Edward N. Pakpahan, menjelaskan bahwa kondisi udara di wilayah-wilayah terdampak mengalami fluktuasi yang ekstrem. Indeks kualitas udara bergerak di rentang kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga level yang paling mengkhawatirkan, yaitu berbahaya.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X