11 August 2026 14:32
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar keuangan global pada pekan ini. Di sisi lain, pergerakan mata uang juga dipengaruhi meredanya kekhawatiran atas inflasi yang dipicu energi.
Kondisi ini bersama dengan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lemah, mendorong para pelaku pasar untuk mengurangi spekulasi terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.
Berdasarkan CME FedWatch Tools, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September mendatang melorot menjadi sekitar 42 persen, turun tajam dari posisi seminggu sebelumnya yang mencapai 67 persen. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data indeks harga konsumen atau CPI Amerika Serikat bulan Juli yang diproyeksi melandai ke level 3,4 persen secara tahunan.
Baca Juga :