Akhir Pelarian Gembong Narkoba Dewi Astutik

6 December 2025 08:39

Jakarta: Seorang buronan internasional kasus penyelundupan dua ton narkoba berhasil ditangkap oleh tim gabungan BNN, Pemerintah Indonesia, dan Kepolisian Kamboja. Tersangka Dewi Astutik, yang terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional Golden Triangle, ditangkap di Sihanoukville, Kamboja. 

Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Dewi Astutik sebelumnya terlibat dalam beberapa kasus besar narkoba, termasuk penyelundupan 2 ton sabu yang bernilai 5 triliun rupiah.


Siapa Dewi Astutik? 


Dewi Astutik adalah nama alias dari Pariyatin. Ia dikenal sebagai gembong narkoba internasional kelas kakap yang menjadi buronan Interpol. Pariyatin berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Dewi Astutik juga dikenal dengan sebutan 'Mami'.

Sebelum terlibat dalam jaringan narkoba, Pariyatin pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri, termasuk di Taiwan dan Hong Kong, dan juga pernah menjadi penjual nasi keliling.

Dia merupakan sosok sentral dalam jaringan peredaran narkotika internasional di kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) yang beroperasi di wilayah Asia hingga Afrika, dengan nilai transaksi mencapai triliunan rupiah. Ia diduga menjadi otak penyelundupan 2 ton sabu ke Indonesia.

Ia telah menjadi buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (red notice) Interpol sejak 3 Oktober 2024.

Pariyatin alias Dewi Astutik berhasil ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, melalui operasi terkoordinasi yang melibatkan BNN, Interpol, dan BAIS TNI, dan telah dipulangkan ke Indonesia untuk proses hukum lebih lanjut. 

Rekam Jejak di Kamboja


Dewi Astutik masuk ke Kamboja pada Februari 2023 sebagi guru bahasa Inggris dan Mandarin. Dia juga pernah bekerja selama sebulan di tempat scamming atau penipuan. Awal 2024, Dewi Astutik bertemu dengan warga negara Nigeria berinisial DON atau disebut 'godfather' jual beli narkoba lintas negara. Dewi menjadi kurir narkoba yang beroperasi di Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea Selatan, Brasil, dan Eithopia.


Kronologi penangkapan


Informasi awal didapat pada 17 November 2025 saat Kak Jinda alias Dinda berada di Phnom Penh, Kamboja. Dewi Astutik ditangkap pada 1 Desember pukul 13.39 di area hotel di Sihanoukville, Kamboja. Dewi Astutik disergap di kendaraan Toyota berwarna putih.

"Penangkapan 2 ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkoba," kata Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto.

Sumber: Redaksi Metro TV

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)