Jakarta: Uang kertas Rupiah yang digunakan dalam transaksi sehari-hari dilengkapi berbagai fitur keamanan untuk mencegah pemalsuan. Teknologi tersebut mencakup penggunaan tinta khusus, benang pengaman, hingga teknik pencetakan yang dapat dikenali melalui sentuhan maupun pengamatan visual.
Uang Rupiah terbaru yang dikembangkan melalui kolaborasi Perum Peruri dan Bank Indonesia (BI) memiliki sejumlah fitur keamanan, salah satunya Optically Variable Magnetic Ink (OVMI). Tinta ini menghasilkan perubahan warna serta efek visual yang tampak bergerak ketika uang dilihat dari sudut berbeda.
Fitur keamanan lainnya terdapat pada benang pengaman berteknologi Microlens Thread. Teknologi ini membuat ornamen batik khas Indonesia pada benang pengaman terlihat seolah bergerak dan berubah warna saat uang dimiringkan atau terkena pantulan cahaya.
Selain fitur visual,
uang Rupiah juga menggunakan teknik cetak timbul atau intaglio. Teknik ini menghasilkan tekstur yang dapat dirasakan melalui sentuhan pada bagian tertentu uang. Fitur tersebut turut membantu penyandang tunanetra mengenali uang berdasarkan karakteristik permukaannya.
Keaslian uang juga dapat diperiksa menggunakan sinar ultraviolet (UV). Di bawah paparan sinar tersebut, bagian-bagian tertentu pada uang akan memancarkan warna yang tidak terlihat dalam kondisi pencahayaan biasa.
Sementara itu, jika uang diterawang ke arah cahaya, logo Bank Indonesia akan terlihat utuh melalui teknik rectoverso atau gambar saling isi. Teknik ini menyatukan elemen gambar yang dicetak pada kedua sisi uang sehingga membentuk gambar yang lengkap ketika diterawang. (Titik Nurmalasari)