Makassar: Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum berdampak signifikan terhadap minat masyarakat Sulawesi Selatan untuk bepergian ke luar negeri. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah permohonan paspor yang masuk ke Kantor Imigrasi Makassar dalam beberapa bulan terakhir.
Kantor Imigrasi Makassar mencatat sebanyak 3.631 warga mengajukan permohonan paspor selama periode Mei hingga 8 Juni 2026. Sementara secara kumulatif, sejak Januari hingga 8 Juni 2026, jumlah pemohon paspor mencapai 18.937 orang.
Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Imigrasi Makassar, Oky Derajat, mengatakan jumlah pemohon paspor masih berada pada kondisi normal dan tidak mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Untuk pemohon di Kantor Imigrasi Makassar, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Walaupun terjadi berbagai tekanan ekonomi, jumlah pemohon paspor masih relatif sama dan tidak mengalami penurunan. Dalam enam bulan terakhir, dari Januari hingga Juni, tercatat sekitar 18.937 pemohon paspor," ujar Oky.
Menurutnya,
permohonan paspor berasal dari berbagai kebutuhan, mulai dari wisata, kunjungan keluarga, hingga keperluan ibadah. Namun, perjalanan umrah dan haji masih menjadi alasan dominan masyarakat mengurus dokumen perjalanan tersebut.
"Data tersebut mencakup seluruh tujuan permohonan paspor, baik untuk wisata, kunjungan keluarga, maupun umrah dan haji. Untuk bulan Mei sendiri terdapat 3.631 pemohon, dan rata-rata setiap bulan berada di kisaran 3.600 pemohon. Kondisi ini masih normal karena angkanya hampir sama dengan tahun sebelumnya," katanya.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat mengurus paspor, sejumlah pengamat ekonomi memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan menghadapi tekanan dalam beberapa pekan ke depan.
Rupiah bahkan diproyeksikan berpotensi menyentuh level Rp19.000 per dolar Amerika Serikat pada akhir Juni 2026.
Tekanan terhadap rupiah disebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan domestik, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia.
Meski demikian, kondisi tersebut belum menyurutkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, khususnya untuk menunaikan ibadah umrah. Imigrasi Makassar juga memperkirakan permohonan paspor akan tetap stabil dalam beberapa bulan mendatang seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan internasional dan ibadah ke Tanah Suci.