Karhutla di Toraja Utara Memakan Korban, Bulukumba Tercekik Asap

27 October 2026 17:29

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Dari wilayah Kalimantan, kini merembet ke wilayah Sulawesi. Kini, masyarakat Sulawesi ikut berjibaku menghadapi kabut asap dan api yang mulai melahap hutan dan mendekati pemukiman.

Di Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, Kecamatan Baruppu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), misalnya. Karhutla telah merembet hingga ke kuburan batu atau liang yang merupakan bagian dari tradisi pemakaman masyarakat Toraja.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa, 27 Oktober 2026, puluhan jasad dilaporkan ikut terbakar akibat karhutla yang semakin meluas di Kabupaten Toraja Utara. Beberapa jasad lainnya berhasil dievakuasi oleh warga. 

Petugas pemadam kebakaran dan personel Manggala Agni sempat mengalami kesulitan saat memadamkan api, karena lokasi kebakaran yang sulit dijangkau oleh kendaraan. Api akhirnya berhasil dijinakkan setelah petugas dan warga berjibaku melakukan pemadaman. 

Kualitas udara di Bulukumba buruk

Sementara itu, di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, asap karhutla kembali memburuk dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 154. Termasuk ke dalam kategori tidak sehat. Asap berasal dari kebakaran lokal dan wilayah sekitar, serta asap kiriman dari Kalimantan yang terbawa angin. 

Kondisi ini tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba mencatat terjadi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. Terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Pemerintah Daerah (Pemda) mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap. 


18 titik baru muncul

Sebanyak 18 titik karhutla kembali muncul di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kualitas udara dilaporkan memburuk dengan angka PM10 mencapai 410, yang berbahaya bagi kesehatan. 

Petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Sementara pemda setempat telah mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan mendistribusikan air untuk mendukung penanganan. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan tetap waspada terhadap dampak paparan asap. 

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X