12 October 2026 16:56
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Dudung Abdurachman menyebut pemerintah tengah menjajaki penggunaan cairan pemadam kebakaran asal Brasil, Realiza Anti Chamas, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dudung menyebut cairan ini akan disemprotkan dari udara menggunakan helikopter dan akan mengendap setelah disemprotkan ke area kebakaran.
"Kebetulan ada bantuan dari Brasil, jadi satu cairan, ya. Jadi kalau misalnya disemprotkan itu akan mengendap, kemudian bisa mematikan," ujar Dudung, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Senin, 12 Oktober 2026.
Dudung menyebut cairan ini telah diuji coba di Sumatra Selatan (Sumsel) dan Kalimantan.
"Ini sudah kita uji coba di Sumatra Selatan, di Kalimantan. Mudah-mudahan ini kita akan terus berlanjut dan segeralah bisa dipadamkan," kata Dudung.
Cairan pemadam asal Brasil ini diharapkan dapat membantu menekan penyebaran api di lahan yang terbakar. Meski menggunakan cairan pemadam, petugas tetap melakukan pemadaman langsung di lapangan.
Kedua cara ini digunakan dalam upaya mengoptimalkan pemadaman kebakaran di sejumlah wilayah terdampak karhutla. Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya memadamkan titik-titik api secepatnya agar kebakaran tidak terus meluas.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh elemen untuk mempercepat dan memperkuat sinergi dalam menangani bencana karhutla.