Kondisi Iran Tetap Stabil Setalah Gagal Negosiasi dengan AS

13 April 2026 16:41

Jakarta: Perundingan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan damai. Meski demikian, situasi di Iran dilaporkan masih relatif stabil. Bahkan, Iran juga menyatakan siap menghadapi kemungkinan konflik lanjutan. 

Kegagalan negosiasi antara Iran dan AS dinilai tidak memberikan dampak besar bagi masyarakat. Terlebih opini publik di Iran cenderung menolak perundingan dan lebih memilih melanjutkan perang.

Hal ini didasari pengalaman sebelumnya, di mana proses negosiasi dianggap tidak memberikan hasil yang berarti. Masyarakat juga menilai AS dan Israel tidak dapat dipercaya, melihat dari banyaknya pelanggaran yang dilakukan bahkan saat perundingan berlangsung.

Sejak awal, Iran menegaskan sikapnya untuk tidak tunduk kepada tekanan AS, meskipun berulang kali mendapat ancaman dari Presiden AS Donald Trump. Iran baru bersedia bernegosiasi setelah adanya pengumuman resmi dari pihak AS.

Pada akhirnya, Iran tetap mengambil sikap terbuka terhadap diplomasi sekaligus mempertahankan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan konflik. 


 

Baca Juga: Sindir Kegagalan Perundingan, Menlu Iran: Tidak Ada Pelajaran yang Dipetik AS!


Seperti diketahui, perundingan Iran dengan AS berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS JD Vance menuding Iran menolak memenuhi tuntutan utama AS, terutama komitmen tegas untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

“Tujuan ini tidak dapat ditawar,” ujar Vance, seraya menambahkan bahwa proses negosiasi terus dikoordinasikan dengan Presiden AS Donald Trump dan pejabat pemerintahan lainnya.

Di sisi lain, Iran menyalahkan Washington atas gagalnya perundingan tersebut. Otoritas penyiaran negara Iran menilai tuntutan AS terlalu berlebihan dan tidak realistis.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram, televisi pemerintah Iran menyebut delegasinya telah bernegosiasi secara intensif selama 21 jam demi mempertahankan kepentingan nasional.

Teheran juga mengklaim telah mengajukan berbagai inisiatif, namun menilai tuntutan AS 'tidak masuk akal' sehingga menghambat kemajuan dan memaksa perundingan diakhiri tanpa hasil.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)