Harga Emas Dunia Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Ilustrasi. Foto: robinsonsjewelers.com

Harga Emas Dunia Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Husen Miftahudin • 9 July 2026 08:51

Chicago: Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang memperlihatkan perbedaan pandangan para pembuat kebijakan mengenai arah suku bunga.

Mengutip Investing.com, Kamis, 9 Juli 2026, harga emas spot turun 0,7 persen menjadi USD4.077,52 per ons. Sedangkan emas berjangka melemah 1,7 persen ke USD4.086,55 per ons.

Adapun, risalah rapat Federal Reserve periode 16–17 Juni menunjukkan para pejabat bank sentral masih menghadapi ketidakpastian tinggi terhadap prospek kebijakan moneter.

Dalam dokumen tersebut disebutkan inflasi masih berada di level tinggi, antara lain dipengaruhi kenaikan harga akibat gangguan pasokan energi yang dipicu konflik di Timur Tengah. Sejumlah peserta rapat menilai kenaikan suku bunga perlu segera dilakukan.

Namun, mayoritas peserta juga melihat peluang inflasi kembali menuju target dua persen tanpa tambahan pengetatan kebijakan.

"Sebagian besar peserta juga menunjuk pada skenario di mana, dalam konteks kondisi pasar tenaga kerja yang stabil, inflasi akan tetap tinggi karena permintaan yang kuat terkait AI, konflik di Timur Tengah, atau dampak tarif," demikian isi risalah rapat Federal Reserve tersebut.

"Dalam skenario tersebut, hampir semua peserta menunjukkan bahwa beberapa penguatan kebijakan kemungkinan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke dua persen," sambung risalah tersebut.

Suku bunga yang tinggi umumnya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
 



(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Lonjakan harga minyak tekan sentimen pasar emas


Selain dipengaruhi kebijakan moneter, pergerakan harga emas juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Militer AS sebelumnya melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak komersial di sekitar Selat Hormuz. Situasi tersebut mendorong Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Trump menyatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir serta membuka kemungkinan serangan lanjutan. Perkembangan tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia.

Harga minyak mentah Brent sempat menembus USD80 per barel pada perdagangan Rabu, menjadi level tertinggi sejak 22 Juni.

Analis Pasar Senior FXTM Lukman Otunuga menilai harga emas berada pada fase yang dipengaruhi dua sentimen besar, yakni risiko geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

"Emas berada di persimpangan jalan yang kritis. Meningkatnya ketegangan geopolitik telah menghidupkan kembali kekhawatiran atas harga energi yang lebih tinggi dan inflasi, tetapi data ekonomi AS yang lebih lemah dapat membatasi seberapa agresif The Fed dapat memperketat kebijakan," tutur dia.

"Jika dolar melemah, jalur yang paling mudah mengarah ke kenaikan harga emas. Namun, kenaikan harga minyak yang berkelanjutan yang kembali memicu inflasi dapat menjadi hambatan dengan memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat," jelas Otunuga menambahkan.

(Husen Miftahudin)