Ilustrasi pasar tradisional. Foto: Dok. Media Indonesia.
Jelang Ramadan, Satgas Pangan Diminta 'Sapu Bersih' Oknum Penimbun
Naufal Zuhdi • 5 February 2026 18:22
Jakarta: Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 (Satgas Saber Pangan) diminta bekerja ekstra dalam mengawasi distribusi komoditas pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. Hal ini guna memutus rantai praktik penimbunan yang kerap memicu lonjakan harga tidak wajar di pasar.
“Saya minta satgas mampu sapu bersih dan menjaga stabilitas pasokan serta menghentikan praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang membuat masyarakat resah. Karena harga-harga naik secara tidak wajar,” kata anggota Komisi IV DPR, Rajiv, dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Rajiv, pembentukan satgas khusus ini terbukti memberikan efek jera bagi para spekulan. Ia menilai tindakan tegas seperti penggerebekan gudang penimbunan sangat efektif untuk menjaga psikologi pasar agar harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat luas.
“Selama ini keberadaan satgas seperti saber pangan ini mampu mencegah lonjakan harga yang tidak wajar dengan menggerebek gudang penimbunan maupun memberi sanksi tegas pedagang curang,” ujar Rajiv.
Selain pengawasan ketat, Rajiv mengingatkan agar pemangku kepentingan tetap fokus pada pemetaan stok pangan strategis. Penguatan cadangan pangan pemerintah dan percepatan distribusi menjadi kunci utama, terutama untuk wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori rawan atau daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Agar stabilitas harga pangan dapat terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah tetap harus melakukan pemetaan, memperkuat cadangan pangan dan mempercepat distribusi, terutama ke daerah-daerah rawan seperti lokasi bencana atau 3T,” ucap Rajiv.

Anggota Komisi IV DPR, Rajiv (ketiga daru kanan). Foto: Dok. Istimewa.
Rajiv juga mendorong pemerintah untuk membuka transparansi data stok pangan secara real-time. Dengan data yang akurat, pemerintah diharapkan dapat memberikan respons cepat dan terukur jika terjadi gejolak harga di lapangan sebelum situasi semakin membebani daya beli masyarakat.