Pelajar Indonesia Promosikan Tempe di Jepang

Ilustrasi pixabay

Pelajar Indonesia Promosikan Tempe di Jepang

Putri Purnama Sari • 4 March 2026 15:53

Jakarta: Upaya memperkenalkan kuliner Indonesia di mancanegara terus dilakukan, termasuk oleh mahasiswa di luar negeri. Di Jepang, Persatuan Pelajar Indonesia di Nagoya (PPI Nagoya) menggelar talkshow dan workshop tempe sebagai bagian dari promosi pangan Nusantara ke kancah internasional.

Acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 30 peserta yang berasal dari berbagai negara. Kegiatan tersebut menjadi ajang edukasi sekaligus promosi makanan tradisional Indonesia, khususnya tempe, sebagai pangan sehat dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, Alvaro Ferreira, seorang pelajar Indonesia yang tengah mendalami studi tentang tempe, hadir sebagai pembicara utama. Ia memaparkan berbagai keunggulan nutrisi tempe serta potensi besarnya sebagai pangan berbasis kedelai di masa depan.

Menurutnya, tempe bukan hanya sumber protein nabati yang terjangkau, tetapi juga memiliki nilai gizi tinggi hasil proses fermentasi alami. Produk pangan khas Indonesia ini dinilai relevan dengan tren global yang mengarah pada konsumsi makanan sehat dan ramah lingkungan.
 

Baca juga: Perajin Tempe Putar Akal Hadapi Kenaikan Harga Kedelai

Peserta Saksikan Langsung Proses Fermentasi Tempe dan Demo Memasak Tempe



Tempe goreng, dok: freepik

Tak sekadar teori, para peserta juga diajak melihat langsung proses pembuatan tempe, mulai dari pengolahan kedelai hingga menjadi produk siap konsumsi. Alvaro bahkan menunjukkan hasil fermentasi tempe yang dibuatnya sendiri di rumah. 

Demonstrasi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tahapan produksi, jenis kedelai yang digunakan, hingga perbandingan kebutuhan energi dalam produksi tempe dan daging sapi.

Edukasi ini membuka wawasan peserta tentang efisiensi energi dan keberlanjutan tempe sebagai alternatif sumber protein global.

Guna melengkapi pengalaman peserta, acara ini juga menghadirkan demo memasak berbagai hidangan berbahan dasar tempe. Bahan yang digunakan merupakan tempe produksi Jepang milik Sariraya Group.

Beragam menu olahan tempe diperkenalkan untuk menunjukkan fleksibilitas bahan pangan ini dalam berbagai jenis masakan, baik tradisional maupun modern.

Antusiasme Peserta Asal Jepang

Salah satu peserta workshop asal Jepang, Chieko Matsuda, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku sebelumnya sudah mengetahui tentang tempe, namun belum memahami secara detail proses pembuatannya, jenis-jenis kedelai yang digunakan, hingga perbedaan energi produksi antara tempe dan daging sapi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan kegembiraannya bisa belajar sekaligus mencicipi tempe bersama peserta lain. Bahkan, ia menyebut dirinya kini menjadi “fans berat” tempe.
 
Baca juga: Mengintip Tren Tempe sebagai Makanan Tinggi Protein di AS

Melalui edukasi dan kolaborasi industri seperti ini, tempe diharapkan tidak hanya dikenal sebagai makanan sehat, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia di mancanegara.

Upaya yang dilakukan PPI Nagoya menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri memiliki peran penting dalam memperkenalkan identitas bangsa, termasuk melalui kekayaan kuliner Nusantara.

Dengan semakin luasnya pengenalan tempe di Jepang dan negara lainnya, bukan tidak mungkin makanan khas Indonesia ini akan semakin mendunia dan menjadi bagian dari tren pangan global yang berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)