Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Berpotensi Turun, Simak Proyeksinya Hari Ini
Husen Miftahudin • 18 August 2026 10:54
Jakarta: Harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan hari ini. Di tengah sentimen fundamental yang masih mendukung emas akibat pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), analisis teknikal menunjukkan adanya peluang koreksi dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit menilai harga emas berpotensi melemah setelah gagal mempertahankan penguatan di atas level resistance USD4.417. Pada time frame H4, pergerakan XAUUSD mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan momentum bullish. Harga sebelumnya sempat menguji resistance USD4.417, tetapi tidak mampu bertahan di atas level tersebut.
"Kondisi tersebut membentuk false break, yakni situasi ketika harga menembus level resistance untuk sementara, kemudian kembali bergerak di bawahnya," ungkap Geraldo dalam analisis hariannya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Gerado, kondisi tersebut menunjukkan tekanan beli belum cukup kuat untuk mendorong harga menuju area yang lebih tinggi. Kegagalan mempertahankan resistance juga berpotensi memicu aksi ambil untung setelah harga mengalami penguatan sebelumnya.
"Jika tekanan jual meningkat, harga emas berpeluang bergerak menuju support terdekat di level USD4.348," papar dia.
Ia menilai level USD4.348 menjadi area penting untuk mencermati respons harga berikutnya. Jika harga mampu bertahan di sekitar level support tersebut dan kembali mendapat momentum beli, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual semakin kuat hingga menembus support USD4.348, pelaku pasar perlu mencermati potensi pelemahan lanjutan.
Dengan demikian, respons harga di area USD4.348 menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah koreksi hanya berlangsung sementara atau berlanjut ke level yang lebih rendah.
Emas curi momentum saat dolar AS melemah
Meski analisis teknikal menunjukkan potensi koreksi, kondisi fundamental masih memberikan dukungan terhadap harga emas. Salah satu faktor utamanya adalah pelemahan dolar AS. Kondisi tersebut membuat emas relatif lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.
Data ekonomi AS yang lebih lemah juga mendorong pasar mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Reuters melaporkan emas mencatat penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut pada 18 Agustus, sementara dolar AS berada di sekitar level terendah dalam beberapa bulan.
Geraldo menjelaskan lebih lanjut, arah kebijakan moneter The Fed menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan emas. Ketika peluang kenaikan suku bunga menurun, daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil cenderung meningkat. Kondisi tersebut juga mengurangi biaya peluang bagi investor yang memilih memegang emas dibandingkan instrumen yang memberikan imbal hasil berbasis bunga.
"Sentimen tersebut berpotensi membantu membatasi tekanan jual apabila koreksi teknikal terjadi," papar dia.
Pelaku pasar juga akan mencermati pernyataan pejabat The Fed dan data ekonomi AS berikutnya untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.
Risalah rapat The Fed menjadi salah satu agenda yang dinantikan pasar untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai prospek suku bunga. Perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan berdampak pada harga emas.
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Geopolitik jadi penahan koreksi emas
Ketidakpastian geopolitik juga menjadi katalis yang perlu diperhatikan. Eskalasi konflik AS dan Iran serta ketidakpastian terkait Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan pasokan energi global. Reuters melaporkan pada 18 Agustus prospek kesepakatan damai AS-Iran memburuk, sementara aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mengalami perlambatan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketika risiko geopolitik meningkat, perhatian investor terhadap aset yang dinilai dapat menjadi penyimpan nilai dalam kondisi pasar yang tidak pasti biasanya turut meningkat. Sentimen geopolitik tersebut dapat menjadi penahan bagi tekanan jual yang muncul dari sisi teknikal.
Namun, kondisi tersebut juga membuat arah emas (XAUUSD) berpotensi bergerak dua arah. Di satu sisi, pelemahan dolar AS, ekspektasi The Fed yang lebih dovish, dan meningkatnya permintaan safe haven menjadi katalis positif. Di sisi lain, false break pada resistance USD4.417 memberikan sinyal buyer belum mampu mempertahankan dominasi sehingga peluang koreksi tetap perlu diperhitungkan.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat adanya peluang koreksi jangka pendek pada harga emas (XAUUSD) setelah harga gagal menembus dan bertahan di atas resistance USD4.417. False break tersebut menjadi sinyal bahwa momentum bullish mulai menghadapi hambatan, dengan support USD4.348 sebagai area yang perlu diperhatikan berikutnya.
Meski demikian, pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta meningkatnya permintaan safe haven akibat ketidakpastian AS-Iran dan Selat Hormuz masih menjadi faktor yang dapat membatasi tekanan jual.
"Dengan kondisi tersebut, trader perlu mencermati reaksi harga di area USD4.348 untuk menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau menjadi awal dari pelemahan yang lebih dalam," ucap Geraldo mengingatkan.