Farhan Sebut Pembangunan BRT di Bandung Berisiko Bikin Macet

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Farhan Sebut Pembangunan BRT di Bandung Berisiko Bikin Macet

Roni Kurniawan • 12 February 2026 16:59

Bandung: Pembangunan sarana Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung dipastikan segera memasuki tahap konstruksi. Kontrak proyek dijadwalkan mulai akhir Februari 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembangunan BRT akan membawa konsekuensi besar, terutama kemacetan dan ketidaknyamanan bagi warga yang terdampak di sepanjang jalur proyek. Dari total 20 rute, saat ini tersisa 18 rute yang akan dijalankan dengan panjang 21 kilometer jalur on corridor atau jalur khusus BRT.

"Saya ingin melihat gambar teknisnya dulu. Karena bagaimanapun juga BRT itu membawa risiko kemacetan dan ketidaknyamanan yang sangat berat. Ini saya peringatkan, pembangunan konstruksi BRT akan membawa konsekuensi ketidaknyamanan dan kemacetan yang sangat berat," kata Farhan di Bandung, Kamis, 12 Februari 2026.
 


Sebelum konstruksi berjalan penuh, Farhan akan menghadap Dirjen Perhubungan Darat untuk membahas teknis pelaksanaan. Ia juga bakal gencar melakukan sosialisasi, terutama terhadap warga terdampak.

"Saya harus menghadap dulu ke Dirjen Perhubungan Darat, komunikasi dengan warga yang terdampak di sepanjang jalan dari Ahmad Yani sampai ke Cibereum, Rajawali sampai ke Tegalega, Pasar Baru. Itu juga sering dilaksanakan sekarang," sahut Farhan.

Farhan menuturkan, pemasangan jalur dan infrastruktur BRT berpotensi mempersempit badan jalan karena sebagian ruas akan digunakan sebagai jalur khusus. Kondisi ini, diakui Farhan, hampir pasti memicu kepadatan lalu lintas

"Komunikasi dengan semua orang yang terdampak. Karena banyak yang membayangkan sekarang masih lancar-lancar saja. Tiba-tiba separuh jalan ditutup, baru protes," tegas Farhan.


Wali Kota Bandung, M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan


Selain pengguna jalan, kelompok yang terdampak langsung adalah juru parkir dan pelaku usaha di sepanjang jalur proyek. Pemerintah tengah membuka komunikasi dengan calon investor yang berencana membangun gedung parkir sebagai salah satu solusi jangka panjang.

"Kita akan cari solusi. Saya masih membuka komunikasi dengan banyak calon investor yang akan membangun gedung-gedung parkir. Kalau hanya itu satu-satunya solusi, memang enggak ada cara lain," beber Farhan.

Terkait kompensasi, Farhan memastikan juru parkir bakal tetap mendapatkan kompensasi selama tiga bulan. Setelah itu, ia harus memutar otak kembali agar para juru parkir tersebut bisa mendapatkan penghasilan.

"Juru parkir akan bekerja di situ. Kompensasi dikasih tiga bulan, terus bulan keempat, nah itu yang harus kita pikirkan," ungkap Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)