Keterwakilan Perempuan dalam Politik Sangat Penting

DPR/Ilustrasi Metro TV/Fachri

Keterwakilan Perempuan dalam Politik Sangat Penting

Rahmatul Fajri • 29 May 2026 07:27

Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) mempertegas kewajiban partai politik. Terutama, untuk memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan anggota legislatif.

Putusan MK didukung, mengingat keterlibatan perempuan dalam kancah politik nasional bukan sekadar formalitas untuk memenuhi angka kuota di atas kertas. Kehadiran perempuan sangat penting untuk membawa perspektif yang lebih inklusif dalam merumuskan setiap kebijakan publik.

“Perempuan memiliki kemampuan, pengalaman, dan sensitivitas sosial yang sangat dibutuhkan dalam proses pengambilan kebijakan. Karena itu, ruang politik harus semakin terbuka dan adil bagi perempuan Indonesia,” ujar Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Cindy Monica, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Cindy, ketegasan dari MK menjadi bukti nyata keberpihakan negara terhadap penguatan demokrasi yang lebih representatif. Kehadiran legislator perempuan di parlemen diyakini bakal memperkuat pengawalan terhadap isu-isu krusial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Isu-isu tersebut mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan anak dan perempuan, hingga kesejahteraan keluarga.
 


Legislator NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Barat II ini juga memaparkan bahwa internal partainya telah lama menunjukkan komitmen konkret dalam mengafirmasi keterwakilan perempuan.

Berdasarkan rekam jejak pada Pemilu 2019, Partai NasDem tercatat sebagai satu-satunya partai politik yang sukses meloloskan keterwakilan perempuan di atas 30 persen di DPR RI. Saat itu, NasDem berhasil menempatkan 32,2 persen keterwakilan perempuan, atau setara dengan 19 kursi dari total 59 anggota DPR RI yang terpilih dari partai tersebut.

“Ini membuktikan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap dalam politik. Ketika diberikan kesempatan, perempuan mampu hadir sebagai pemimpin dan representasi rakyat yang bekerja nyata,” kata Cindy.


DPR/Ilustrasi Metro TV/Fachri

Cindy mengajak kaum perempuan, khususnya generasi muda, untuk membuang rasa ragu dan berani mengambil peran dalam kepemimpinan nasional. Perempuan diharapkan semakin percaya diri untuk membawa dan menyuarakan aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat pusat.

“Politik tidak boleh lagi dipandang sebagai ruang yang terbatas bagi perempuan. Hari ini perempuan harus hadir, bersuara, dan ikut menentukan arah masa depan Indonesia,” pungkas Cindy.

(M Sholahadhin Azhar)