Wakil Ketua komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto: Istimewa.
Polisi Didesak Berantas Premanisme dari Hulu
Anggi Tondi Martaon • 6 April 2026 17:19
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak polisi memberantas praktik premanisme dari hulu. Hal itu disampaikan Sahroni merespons meninggalnya Dadang, 57, warga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, usai dipukuli sejumlah pemuda yang diduga mabuk di tengah pesta pernikahan anaknya.
"Polisi harus berani putus mata rantai premanisme dari hulunya, jangan cuma kroco-kroco lapangan saja yang ditangkap karena itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah,” kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026.
Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai NasDem itu menilai bahwa praktik premanisme tidak berdiri sendiri. Biasanya mereka terorganisir.
Legislator asal Dapil DKI Jakarta III itu menegaskan pemberantasan preman di level bawah tidak akan meyelesaikan permasalahan. Sebab, tidak akan menimbulkan efek jera.
"Kalau yang ditindak hanya pelaku di lapangan, besok akan muncul lagi yang baru dengan pola yang sama. Akar permasalahannya harus diberantas, jaringan dan kebiasaan pungli seperti ini harus dihentikan total agar masyarakat benar-benar merasa aman di lingkungannya,” ujar Sahroni.

Ilustrasi premanisme. Foto: MI.
Sebelumnya, Dadang, 57, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, harus meregang nyawa usai dipukuli sejumlah pemuda yang diduga mabuk di tengah pesta pernikahan anaknya, pada Sabtu, 4 April 2026.
Kejadian bermula saat pelaku meminta uang. Lalu, penyelenggara organ menawarkan uang Rp100 ribu tetapi ditolak dengan alasan kurang.
Kapolsek Campaka, AKP Firman Budiarto, menyebut pelaku bertindak seperti itu karena pengaruh minuman keras. Sehingga, pelaku marah dan memicu kericuhan.