Emas Antam. Foto: MI/Usman Iskandar.
Top 5 Ekonomi: Harga Emas Antam Makin Murah hingga Ekonomi RI Bakal Tumbuh 5,5%
Husen Miftahudin • 23 March 2026 10:07
Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Minggu, 22 Maret 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari harga emas Antam sudah makin murah di hari kedua Lebaran hingga pemerintah yakin ekonomi RI tumbuh 5,5 persen di Kuartal I.
Berikut rangkuman berita selengkapnya:
1. Harga Emas Antam Sudah Makin Murah di Hari Kedua Lebaran
Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dijual di Butik Emas Antam pada hari ini kembali tidak mengalami perubahan.
Baca berita selengkapnya di sini.
2. Program Diskon hingga WFA saat Lebaran Diyakini Bikin Ekonomi RI Tumbuh 5,5% di Kuartal I
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan berbagai program pemerintah, seperti pemberian diskon, kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA), serta bantuan sosial (bansos), dapat mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Baca berita selengkapnya di sini.
3. Sikapi Situasi Timur Tengah, Presiden Prabowo: Indonesia Tetap Nonblok
Presiden Prabowo Subianto menilai kebijakan luar negeri Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip nonblok di tengah konflik kawasan Timur Tengah. Dalam situasi yang kompleks, dia menekankan kepentingan nasional sebagai pijakan utama.
Baca berita selengkapnya di sini.
| Baca juga: Top Ekonomi Sepekan: Harga Minyak Dunia Ambruk Lebih dari 6% |
4. Jual-Beli Minyak Mentah Global Harus Pakai Dolar AS, Bisakah Diganti?
Hegemoni dolar Amerika Serikat (AS) yang telah berlangsung lama di pasar energi global menghadapi penilaian ulang struktural, karena adanya pergeseran pola perdagangan dan prioritas pengeluaran militer di antara produsen Teluk. Kondisi ini menantang status quo "petrodolar".
Baca berita selengkapnya di sini.
5. Elon Musk 'Nego' Harga Peralatan Tenaga Surya Tiongkok Senilai USD2,9 Miliar
Perusahaam otomotif dan energi Amerika Serikat (AS), Tesla, berencana membeli peralatan senilai USD2,9 miliar untuk memproduksi panel dan sel surya dari pemasok Tiongkok, termasuk Suzhou Maxwell Technologies. Ini seiring dengan tujuan CEO Tesla Elon Musk untuk menambah kapasitas energi surya sebesar 100 gigawatt (GW) di AS.
Baca berita selengkapnya di sini.