Ilustrasi, emas batangan. Foto: dok Xinhua.
Harga Emas Dunia Melemah, Ketegangan AS-Iran dan Inflasi Bayangi Kebijakan Fed
Husen Miftahudin • 11 July 2026 09:19
Chicago: Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat dan diperkirakan mencatat penurunan secara mingguan. Pelemahan terjadi setelah kenaikan harga minyak serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Investing.com, Sabtu, 11 Juli 2026, harga emas spot turun 0,2 persen menjadi USD4.114,45 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka melemah 0,5 persen menjadi USD4.122,47 per troy ons. Sepanjang pekan ini, kedua kontrak emas tersebut tercatat turun sekitar 1,6 persen.
Ketegangan AS-Iran bayangi pergerakan harga emas
Pelaku pasar logam mulia sepanjang pekan mencermati dampak meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terhadap prospek kebijakan moneter.
Konflik memanas setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap tiga kapal tanker minyak komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz, yang kemudian diikuti aksi saling serang antara kedua negara.
Presiden AS Donald Trump meningkatkan retorikanya dengan menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir. Namun, pada Rabu, Trump juga menyebut Iran telah menghubungi Amerika Serikat untuk membuka peluang tercapainya kesepakatan.
"Republik Islam Iran telah meminta kami untuk melanjutkan 'perundingan.' Kami telah menyetujuinya, tetapi Amerika Serikat telah menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa gencatan senjata telah berakhir!" tulis Trump melalui Truth Social.
Di sisi lain, Oman dan Pakistan sebagai mediator utama antara AS dan Iran kembali menyerukan deeskalasi konflik serta mendorong dimulainya kembali proses negosiasi. Pelaku pasar menilai langkah tersebut sebagai sinyal kedua negara masih berupaya menghindari konflik berskala lebih besar.
Baca Juga :
Harga Emas Dunia Bangkit Lebih dari 1%
Kenaikan harga minyak perkuat kekhawatiran inflasi
Analis ANZ menilai harga emas masih memperoleh dukungan dari ekspektasi terbatasnya eskalasi konflik di Timur Tengah. "Harga emas mendapat dukungan dari ekspektasi terbatasnya eskalasi konflik di Timur Tengah."
"Hal ini terlepas dari kekhawatiran sebelumnya bahwa kenaikan harga energi dapat menyebabkan The Fed mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama guna memerangi inflasi yang tetap tinggi," jelas analis ANZ menambahkan.
Meski demikian, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz menurun selama pekan ini karena perusahaan pelayaran memilih bersikap lebih berhati-hati. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan turut mendorong kenaikan harga energi.
Kenaikan harga minyak kembali memunculkan premi risiko geopolitik sekaligus meningkatkan perhatian pasar terhadap perkembangan inflasi global.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Pasar menanti data inflasi AS
Risalah rapat Federal Reserve pada 16-17 Juni yang dirilis awal pekan ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan di kalangan pembuat kebijakan terkait arah suku bunga.
Selain itu, laporan kebijakan moneter yang disampaikan Federal Reserve kepada Kongres pada Jumat juga mengindikasikan perhatian bank sentral terhadap tekanan inflasi yang berasal dari konflik di Timur Tengah, meningkatnya permintaan semikonduktor untuk teknologi kecerdasan buatan (AI), serta tarif perdagangan.
Fokus investor kini beralih pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan depan.
Laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) periode Juni akan dipublikasikan pada Selasa, kemudian disusul Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) pada Rabu.
Kenaikan tahunan CPI dan PPI pada Mei mencapai level tertinggi sejak April 2023 dan November 2022. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi lonjakan harga minyak selama konflik Iran.
Namun, harga minyak sempat kembali ke level sebelum konflik meningkat lagi pada pekan ini. Sejumlah analis menilai angka inflasi Mei kemungkinan menjadi titik tertinggi sebelum tekanan harga mulai mereda.