Kereta cepat Whoosh. Foto: dok KCIC.
Ini Dia 5 Berita Ekonomi Terpopuler Kemarin, 18 September 2026
Husen Miftahudin • 19 September 2026 15:39
Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Jumat, 18 September 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari Kemenkeu finalisasi pengalihan saham PSBI di KCIC hingga defisit APBN Agustus 2026 masih terkendali.
Berikut rangkuman berita selengkapnya:
1. Tak Gunakan APBN, Kemenkeu Finalisasi Pengalihan Saham PSBI di KCIC
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan proses pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku pemegang saham mayoritas Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke pemerintah kini dalam tahap finalisasi.
Baca berita selengkapnya di sini.
2. Pemerintah Jaga Tarif BBM dan Listrik Subsidi Meski Harga Minyak Naik
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan skema belanja subsidi energi, khususnya untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif dasar listrik, tetap dipertahankan secara stabil. Kebijakan ini diambil sebagai langkah intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga komoditas global.
Baca berita selengkapnya di sini.
3. APBN Agustus 2026 Defisit Rp240,1 Triliun, Menkeu Suahasil: Masih Terkendali
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 masih terjaga dalam batas yang terkendali. Meskipun mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun, pergerakan fiskal nasional dinilai tetap berada di jalur yang tepat untuk mendukung stabilitas ekonomi.
Baca berita selengkapnya di sini.
4. Melejit hingga Rp25 Ribu, Harga Emas Antam Hari Ini Dijual Rp2,623 Juta/Gram
Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dijual di Butik Emas Antam pada hari ini kembali mengalami kenaikan.
Baca berita selengkapnya di sini.
5. Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Brent Jadi USD104/Barel
Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Harga minyak Brent sebagai patokan global juga berada di zona negatif untuk kinerja mingguan seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan munculnya sejumlah perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Baca berita selengkapnya di sini.