Pembunuhan di Warakas, Detik-detik Tersangka S Bawa Panci untuk Masak Teh Beracun

Tersangka S keluar rumah membawa panci. Foto: Metro TV/Yurike

Pembunuhan di Warakas, Detik-detik Tersangka S Bawa Panci untuk Masak Teh Beracun

Yurike • 6 February 2026 19:23

Jakarta: Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik awal tersangka Abdullah Syauqi Jamaludin (S), 22. Tersangka melancarkan pembunuhan berencana, yang menewaskan ibu dan dua saudaranya di Jalan Warakas 8, RT 06 RW 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 31 Desember 2025 pagi.

Dalam rekaman tersebut, tersangka Syauqi terlihat mengendarai sepeda motor keluar dari rumah kontrakannya sambil mengenakan jas hujan dan membawa sebuah panci. Polisi menyebut panci tersebut digunakan untuk meracik minuman teh beracun yang menewaskan para korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan aktivitas tersangka terekam jelas melalui sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Rangkaian aktivitas pelaku terekam, mulai dari keluar rumah membawa panci hingga kembali pulang dan menyiapkan racun untuk para korban," kata Onkoseno di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat, 6 Februari 2026.

Setelah keluar rumah pada pagi hari itu, tersangka diketahui pergi hingga 1 Januari untuk merayakan malam pergantian tahun baru bersama rekan-rekannya. Tersangka pun sempat menginap di tempat kerjanya di Sunter, usai minum ninuman keras bersama teman-temannya.
 

Pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 10.21 WIB, Syauqi kembali ke rumah diantar oleh seorang rekannya sambil membawa sisa kembang api. Berdasarkan hasil penyidikan, setelah tiba di rumah itulah tersangka mulai menjalankan rencananya meracik racun yang kemudian dimasukkan ke dalam panci untuk dijadikan minuman teh.

Pada malam hari pukul 22.00 WIB tersangka merebus teh di dalam panci sambil menggunakan empat lapis masker karena tersangka memasak teh yang dicampur kapur barus. Hal itu dilakukan saat ibu dan dua saudaranya sudah tidur.


Tersangka S keluar rumah membawa panci. Foto: Metro TV/Yurike

Ruangan pun dipenuhi asap, hingga tersangka keluar rumah dan menutup pintu. Jumat, 2 Januari 2026 dini hari, tersangka memastikan para korban dalam kondisi lemas.
?
"Dia memang sudah ada perencanaan untuk melakukan itu dan momennya mungkin dirasa pas oleh pelaku di tanggal 1 itu, dia terinspirasi dari dia sendiri ya," kata Onkoseno.

Melihat para korban masih hidup, tersangka tega menyuapi satu per satu minuman teh yang telah dicampur racun tikus hingga menyebabkan tiga korban meninggal dunia.

"Teh itu dimasukkan dalam mug. Kemudian teh tersebut yang sudah mengandung racun itu disuapkan menggunakan sendok ke mulut para korban (saat korban tidur)," kata Onkoseno.
?
Usai melakukan aksinya, tersangka juga sempat membakar kembang api dan mengarahkannya ke tubuhnya sendiri. Hal ini dilakukan untuk mengelabui polisi saat menemukan korban dan tersangka. Hingga akhirnya tersangka ditemukan dalam kondisi lemas di depan kamar mandi sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)