Ilustrasi - Garis polisi terpasang di sekitar lokasi penemuan lima jenazah dalam satu liang di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 4 September 2026. ANTARA/Fathnur Rohman
Ibu dan Anak Asal Bogor Diduga Dibunuh Suami Siri di Madiun
Silvana Febiari • 26 October 2026 12:35
Madiun: Jajaran Kepolisian Resor Madiun Kota, Jawa Timur, menangani kasus pembunuhan terhadap seorang ibu dan anak asal Bogor, Jawa Barat. Kasus ini diduga melibatkan suami siri korban berinisial DBM, warga Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama mengatakan polisi masih mendalami kasus tersebut. Terduga pelaku telah ditangkap dan kini kasusnya ditangani tim Jatanras Polda Jawa Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Masih pendalaman. Baru tertangkap terduga pelakunya," ujar Rizki, dilansir dari Antara, Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut pihak keluarga, kasus ini bermula saat DH (30) dan anaknya, AGF (4), dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Setelah melakukan pencarian, keluarga melaporkan kehilangan keduanya ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil penelusuran dan informasi yang dihimpun polisi, peristiwa tersebut diduga bermula di Hotel Mataram Baru, Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada 20 September 2026.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Rekaman kamera pengawas (CCTV) hotel menjadi salah satu petunjuk yang ditelusuri penyidik.
.jpg)
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa.
Saat itu, DBM diduga berada di salah satu kamar hotel bersama DH dan AGF. Pertengkaran antara DBM dan DH kemudian diduga berujung pada tindakan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Setelah kejadian tersebut, DBM diduga membawa jasad DH menggunakan kantong tidur dan mengajak AGF meninggalkan hotel.
DBM diduga membawa anak berusia empat tahun itu ke rumahnya di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo. Di lokasi tersebut, AGF juga diduga menjadi korban pembunuhan.
Hingga kini, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait rangkaian dugaan peristiwa tersebut.
Polisi juga masih melengkapi bukti-bukti dari hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Hal itu dilakukan guna mengungkap motif dugaan pembunuhan tersebut, termasuk mencari keberadaan jasad kedua korban.