Sentimen Global Tutup Rupiah ke Rp16.997/USD

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Sentimen Global Tutup Rupiah ke Rp16.997/USD

Ade Hapsari Lestarini • 16 March 2026 17:54

Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan turun 39 poin atau 0,23 persen menjadi Rp16.997 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.958 per USD.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi peningkatan permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

"Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari penguatan dolar AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah," ucap dia kepada Antara, Senin 16 Maret 2026.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan inflasi AS yang masih berada di kisaran 2,4 persen secara tahunan. Inflasi yang relatif stabil memperkuat ekspektasi Federal Reserve kemungkinan bakal mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Kondisi tersebut dinilai cenderung menopang penguatan dolar AS dan memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.


Ilustrasi mata uang dolar-rupiah. Foto: dok MI/Susanto.

 

Pasar pantau dinamika konflik di Timur Tengah


Melihat sisi eksternal lainnya, pasar masih memantau dinamika konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi serta meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global.

Sementara dari dalam negeri, rupiah masih didukung fundamental ekonomi yang relatif solid, seperti inflasi yang terkendali, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta kinerja neraca perdagangan Indonesia yang masih mencatatkan surplus.

Untuk meredam tekanan terhadap rupiah, pemerintah bersama Bank Indonesia disebut dapat terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas pasar keuangan, termasuk melalui intervensi yang terukur di pasar valuta asing serta memastikan kecukupan likuiditas dolar di pasar domestik.

“Stabilitas pasar valas dan ketersediaan likuiditas dolar penting untuk menjaga kelancaran transaksi perdagangan internasional, membatasi volatilitas nilai tukar, serta mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik,” ungkap Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.990 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.934 per dolar AS.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)