Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id
Saham AS Melejit setelah Tarif Trump Dibatalkan Mahkamah Agung AS
Husen Miftahudin • 21 February 2026 09:50
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah Mahkamah Agung AS memutuskan menolak tarif luas yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 21 Februari 2026. indeks Dow Jones Industrial Average naik 230,81 poin, atau 0,47 persen, menjadi 49.625,97. Indeks S&P 500 bertambah 47,62 poin, atau 0,69 persen, menjadi 6.909,51. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 203,34 poin, atau 0,9 persen, menjadi 22.886,07.
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif. Layanan komunikasi dan barang konsumsi non-esensial memimpin kenaikan, masing-masing naik 2,65 persen dan 1,27 persen. Sementara itu, sektor energi dan kesehatan tertinggal, masing-masing turun 0,71 persen dan 0,32 persen.
Dalam putusan 6-3 pada, Mahkamah Agung memutuskan pemerintahan Trump telah melampaui wewenangnya dengan menggunakan kekuasaan darurat untuk mengenakan pajak impor pada sebagian besar mitra dagang, dan menyatakan tarif tersebut ilegal.
Sebagai tanggapan, Presiden AS Donald Trump langsung memperkenalkan tarif global 10 persen baru untuk menggantikan bea masuk yang dibatalkan oleh pengadilan tertinggi di AS tersebut.
Keputusan pengadilan tersebut muncul bersamaan dengan data ekonomi terbaru yang menunjukkan tekanan inflasi yang terus berlanjut. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, indikator inflasi pilihan Federal Reserve, naik 2,9 persen (yoy) pada Desember, melebihi ekspektasi pasar. Inflasi inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, naik menjadi 3 persen (yoy) dari 2,8 persen (yoy).
| Baca juga: Mahkamah Agung AS Putuskan Tarif Trump secara Global Ilegal |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Ekonomi AS cuma tumbuh 1,4%
Sementara itu, PDB AS mengalami pertumbuhan 1,4 persen (yoy) pada kuartal keempat 2025, jauh di bawah pertumbuhan 2,5 persen (yoy) yang diproyeksikan analis pasar, menurut data yang dirilis Jumat oleh Biro Analisis Ekonomi AS.
Rilis data tersebut tertunda selama sebulan karena penutupan pemerintah federal, yang menurut perkiraan ekonom mengurangi pertumbuhan triwulanan antara 0,25 poin persentase hingga 1,5 poin persentase.
Dalam berita perusahaan, saham-saham teknologi utama sebagian besar mengalami kenaikan pada Jumat. Saham Alphabet naik 3,74 persen, sementara Amazon naik sekitar 2,5 persen.
Nvidia, Apple, dan Meta masing-masing naik lebih dari satu persen. Microsoft mencatat sedikit penurunan, dan Tesla mengakhiri sesi tanpa perubahan. Investor sekarang akan mengalihkan fokus mereka ke pendapatan Nvidia minggu depan.