Polemik Alumni LPDP 'Bangga Anak WNA', Ketimpangan Akses Beasiswa Disorot

Alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas. Foto: Dok. Metro TV.

Polemik Alumni LPDP 'Bangga Anak WNA', Ketimpangan Akses Beasiswa Disorot

Fachri Audhia Hafiez • 22 February 2026 12:32

Jakarta: Ketimpangan akses beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) disorot. Pasalnya, publik tengah dihebohkan dengan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, usai mengunggah naturalisasi anaknya menjadi warga negara Inggris. 

“Saya sendiri pernah mengingatkan soal ini dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan pada awal tahun 2022. Saya sampaikan bahwa LPDP ini kalau tidak ada penekanan dan afirmasi yang jelas, akan menjadi lingkaran yang dinikmati oleh orang kaya saja,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPR, M. Sarmuji, di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026.
 



Menurut Sarmuji, struktur persyaratan LPDP saat ini faktual lebih mudah dipenuhi oleh mereka yang sejak kecil memiliki fasilitas pendidikan dan kursus terbaik. Standar TOEFL atau bahasa Inggris yang tinggi menjadi hambatan besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang harus menempuh pendidikan sambil berjuang secara ekonomi.

“Kalau tidak ada afirmasi, yang akan menikmati hanya orang kaya, karena syarat-syarat itu berat sekali. TOEFL bahasa Inggris-nya sekian-sekian. Dan orang yang bisa memenuhi kriteria ini rata-rata pasti orang kaya,” ujar Sarmuji.

Sarmuji menekankan pentingnya pemberian bantuan atau program persiapan khusus bagi mereka yang memiliki potensi akademik tinggi, namun terkendala kemampuan bahasa. Baginya, kelompok masyarakat mampu memiliki banyak alternatif pilihan karier atau pendidikan di luar negeri, sementara bagi anak-anak kurang mampu, LPDP adalah satu-satunya tangga untuk mengubah nasib.


Ketua Fraksi Golkar DPR, M. Sarmuji. Foto: Dok. Istimewa.

“Ini bukan soal menurunkan standar. Standar akademik harus tetap tinggi. Tapi negara harus memperhatikan kelompok-kelompok yang tidak beruntung, yang tidak bisa mencapai kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan itu karena keterbatasan struktural,” ujar Sarmuji

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar itu juga menyoroti sulitnya akses bagi alumni pondok pesantren jika tidak ada kebijakan afirmatif yang nyata. Ia berharap dana abadi pendidikan yang dikelola pemerintah benar-benar mencerminkan semangat keadilan sosial bagi seluruh anak bangsa.

“Dana abadi pendidikan itu berasal dari pajak rakyat. Maka semangatnya harus keadilan sosial. Jangan sampai tanpa kita sadari, yang menikmati secara berulang hanya kelompok sosial tertentu. Negara harus hadir memberi afirmasi agar yang lemah juga punya tangga untuk naik,” kata Sarmuji.
 

Penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, menuai kecaman warganet setelah mengunggah video kebahagiaan saat anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris melalui proses naturalisasi. Dia merupakan alumni S2 di Delft University of Technology, Belanda, lulusan 2017. 

Sementara suaminya, Arya Iwantoro, menempuh studi S2 dan S3 di Utrecht University, Belanda, pada kurun waktu 2017 hingga 2022, juga melalui skema beasiswa LPDP yang bersumber dari dana abadi pendidikan dan pajak rakyat Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)