Juru bicara KPK Budi Prasetyo. Foto: Antara.
KPK Sebut OTT BNPB Terkait Pengadaan dan Dana Siap Pakai Kebencanaan
Anggi Tondi Martaon • 13 October 2026 22:51
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan praktik rasuah dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Operasi senyap itu dilakukan berkaitan pengadaan barang dan jasa hingga dana siap pakai kebencanaan.
"Ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Kota Yogyakarta saat dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Namun, Budi tidak menjelaskan apakah OTT tersebut terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ataupun penanganan bencana alam lainnya. Menurut dia, hal itu akan disampaikan dalam konferensi pers.
Baca Juga :
KPK Tangkap 14 Orang dalam OTT BNPB
"Pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa? Itu nanti kami akan sampaikan detailnya saat konferensi pers," ungkap Budi.
Selain itu, Budi mengatakan KPK bakal melakukan gelar perkara pada Selasa malam. Hal itu dilakukan untuk menentukan status hukum dari belasan orang tersebut.
.jpg)
Gedung Merah Putih KPK. Foto: Antara.
"Malam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini," ujar Budi.
Sebelumnya, KPK mengonfirmasi melakukan OTT ke-22 sepanjang 2026 di lingkungan BNPB. Sebanyak 14 orang terjaring dalam OTT tersebut, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian dan pihak swasta lainnya.