Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Dok. Antara.
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah dan RI Tak Bergantung Dolar AS
Fachri Audhia Hafiez • 14 June 2026 20:51
Jakarta: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memuji upaya Bank Indonesia (BI) yang melakukan langkah-langkah konkret untuk memperkuat rupiah. Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren positif.
Hal itu disampaikan Dasco merespons kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur BI Perry Warjiyo, dengan Gubernur People’s Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng yang ditanda tangani pada 11 Juni 2026 di Shanghai, China.
"Ini upaya yang sangat serius mengurangi kebutuhan dolar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakannya QRIS lintas negara antara Indonesia-China. Hal ini dilakukan BI untuk memperkuat rupiah," kata Dasco dalam keterangannya, Minggu, 14 Juni 2026.
Bagi Dasco, dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China maka transaksi export-import Indonesia dengan China yang pada 2025 mencapai USD154,5 miliar bisa menggunakan LCT. Yaitu, rupiah dengan renminbi tanpa bergantung lagi dengan dolar Amerika Serikat.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Local Currency Transaction (LCT) diperluas mencakup wilayah Hong Kong. Ikut mendantangani MoU itu adalah Eddie Yue, Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA).
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Media Indonesia.
"Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan dan Hong Kong bisa lakukan dengan menggunakan rupiah atau renminbi tanpa harus menggantungkan pada dollar Amerika Serikat," kata Dasco.
Dasco juga mengungkapkan bila dalam MoU itu disepakati QRIS lintas batas Indonesia dengan China, maka transaksi antara pengusaha China dan Indonesia bisa menggunakan QRIS antaranegara.
"Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia semuanya terhubung," kata Dasco.