Petugas menyita puluhan kilogram sabu yang disembunyikan di dalam sebuah mobil di area parkir Plaza Senapelan, Pekanbaru, Riau. Foto: Dok. Polri.
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 43 Kg Sabu di Parkiran Mal
Fachri Audhia Hafiez • 26 August 2026 12:01
Jakarta: Tim gabungan Satgas NIC dan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar jaringan peredaran narkotika rute Pekanbaru-Jakarta. Petugas menyita puluhan kilogram sabu yang disembunyikan di dalam sebuah mobil di area parkir Plaza Senapelan, Pekanbaru, Riau.
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi mengenai rencana pengiriman narkotika skala besar. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, tim gabungan langsung menyergap seorang tersangka yang berperan sebagai kurir di lokasi kejadian pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
"Pada pukul 21.15 WIB di area parkir mobil Plaza Senapelan, tim menangkap seorang laki-laki atas nama Gilang Alfitrah Dalimunthe sesaat setelah mengambil mobil berisi narkotika jenis shabu," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dalam penyergapan tersebut, polisi menggeledah mobil Toyota Rush berwarna hitam yang dikendarai tersangka. Petugas mendapati puluhan paket sabu yang disembunyikan secara tersebar, mulai dari di dalam dasbor, kursi sopir, kursi penumpang, hingga kabin belakang.
"Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sebanyak 43 bungkus plastik warna hijau tosca bermotif pemandangan yang diduga berisi narkotika jenis shabu dengan total bruto kurang lebih 43 kilogram," urai Eko.

Terduga pelaku peredaran narkotika, Gilang Alfitrah Dalimunthe. Foto: Dok. Polri.
Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka yang berstatus sebagai kurir mengaku dikendalikan oleh seorang bos berinisial QY. Kepolisian memburu pengendali utama sindikat tersebut sekaligus melacak pergerakan aset kejahatan mereka.
"Kami akan melakukan pengembangan terhadap orang yang memerintahkan dan penerima, penyelidikan terhadap pelaku, serta melakukan pengembangan terhadap jalur keuangan jaringan," ucap Eko.