Kasus Materi Stand Up Toraja, Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan

Komika Pandji Pragiwaksono. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.

Kasus Materi Stand Up Toraja, Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan

Siti Yona Hukmana • 2 February 2026 20:17

Jakarta: Komika Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin siang, 2 Februari 2026. Didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, Pandji menjalani pemeriksaan perdana sebagai terlapor dalam kasus dugaan penghinaan materi komedi terkait adat Toraja.

"Ini dapat panggilan terkait kasus Toraja,” kata Pandji di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 2 Februari 2026.
 



Pandji baru bisa hadir pada panggilan kedua setelah sebelumnya berhalangan karena berada di luar negeri. Pemeriksaan yang dimulai sejak pukul 10.30 WIB tersebut berlangsung intensif dengan puluhan poin pendalaman dari tim penyelidik.

"Empat puluh delapan pertanyaan, seputar materi video stand up Toraja,” ujar Pandji usai menjalani pemeriksaan.

Laporan terhadap Pandji dilayangkan oleh Aliansi Pemuda Toraja pada 3 November 2025 lalu. Meski mengaku sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Toraja, Pandji menegaskan akan tetap menghormati dan mengikuti seluruh tahapan hukum yang berlaku.

"Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan. Sudah ada, bisa dilihat publik juga. Tapi ya ini mungkin meluruskan laporan saja kali ya. Jadi saya mengikuti prosesnya saja," kata Pandji.


Komika Pandji Pragiwaksono. Foto: Dok. Medcom.id.

Sebelumnya, Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Pandji ke Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan dan/atau ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat Toraja. Laporan tersebut dibuat menyusul kembali viralmya materi stand up komedi Pandji tahun 2013 di media sosial. Materi itu dinilai telah menyinggung adat dan budaya Toraja.

Pandji menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Toraja setelah ia menerima banyak protes dan kemarahan terkait sebuah joke dalam pertunjukan Mesakke Bangsaku tahun 2013. Ia mengaku sudah membaca dan menerima semua protes serta surat yang ditujukan kepadanya.

Bahkan, Pandji juga berdialog dengan Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam pembicaraannya lewat telepon, Rukka disebut menceritakan dengan sangat indah tentang budaya Toraja, maknanya, nilainya, dan kedalamannya.

"Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai," kata Pandji dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, pada Selasa, 4 November 2025.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)