Pelaku pembacokan pegawai toko roti ditangkap. Foto: Antara
Polda Metro Jaya Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti
M Sholahadhin Azhar • 5 May 2026 15:37
Jakarta: Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat, mengungkap pembacokan, yang menewaskan pegawai toko roti di Cengkareng, Jakarta Barat. Terduga pelaku, RS, ditangkap pada Senin, 4 Mei 2026.
"Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa terduga pelaku, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dikutip dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Budi menjelaskan RS ditangkap di Kabupaten Bogor dan dibawa ke Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pelaku diperiksa lebih lanjut.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Penyitaan meliputi satu sepeda motor Honda Mio warna putih biru, satu bilah celurit, helm, pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian, serta rekaman CCTV di lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terhadap terduga pelaku akan dilakukan secara profesional dan proporsional,” kata Budi.
Polisi dari satuan gabungan Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat berhasil meringkus pelaku pembacokan pegawai toko roti hingga tewas di Jalan Pedongkelan Dalam, Kapuk, Cengkareng pada Senin, 4 Mei 2026, malam.
Kasat Reskrim Polres Sipayung Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pelaku ditangkap di daerah Bogor pada Senin (4/5) sekira pukul 23.00 WIB.
"Sudah ditangkap semalam, pukul 23.00 WIB di daerah Bogor," kata Arfan.

Pelaku pembacokan pegawai toko roti ditangkap. Foto: Antara
Dalam insiden tragis tersebut, kata dia, polisi tidak menemukan motif dendam lama dari pelaku. Pembacokan maut itu rupanya hanya dipicu hal sepele, yakni sepeda motor pelaku tak sengaja tersenggol korban yang tengah berjalan.
"Jadi, katanya (pelaku) korban nyenggol motornya (pelaku). Si pelaku ini emosi (marah). Bahasanya, (pelaku) 'kamu tuh, rusak motor saya'," kata Arfan menirukan perkataan pelaku.
Korban, kata dia, sempat meminta maaf, namun pelaku yang sudah 'naik pitam' tak sudi menerima permintaan maaf tersebut. "Setelah itu kejadian lah. Jadi 'senggol bacok'," kata Arfan.