Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Fachri Audhia Hafiez • 14 June 2026 15:15
Jakarta: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi upaya Bank Indonesia (BI). BI dinilai telah melakukan langkah-langkah konkret untuk memperkuat nilai tukar rupiah.
Apresiasi itu diberikan Dasco merespons salah satu langkah BI yang melakukan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dengan Gubernur People’s Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng yang ditanda tangani pada 11 Juni 2026 di Shanghai, China.
"Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan dan Hong Kong bisa lakukan dengan menggunakan rupiah atau renminbi tanpa harus menggantungkan pada dolar Amerika Serikat," kata Dasco dalam keterangannya, Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Local Currency Transaction (LCT) diperluas mencakup wilayah Hong Kong. Ikut mendantangani MoU itu adalah Eddie Yue, Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA).
Dasco juga mengatakan bila dalam MoU itu disepakati QRIS lintas batas Indonesia dengan China. Sehingga, transaksi antara pengusaha China dan Indonesia bisa menggunakan QRIS antaranegara.
"Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia semuanya terhubung," katanya.

Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Dok. Media Indonesia.
Dasco mengungkapkan dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People’s Bank of China maka transaksi export-import Indonesia dengan China yang pada 2025 mencapai USD154,5 miliar bisa menggunakan LCT. Yaitu, rupiah dengan renminbi tanpa bergantung lagi dengan dolar Amerika Serikat.
"Ini upaya yang sangat serius mengurangi kebutuhan dolar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakan nya QRIS lintas negara antara Indonesia-China. Hal ini dilakukan BI untuk memperkuat rupiah," kata Dasco.