Harga Emas Berpotensi Melemah Lagi Hari Ini

Emas bantangan. Foto: Freepik.

Harga Emas Berpotensi Melemah Lagi Hari Ini

Husen Miftahudin • 1 October 2026 12:25

Jakarta: Harga emas masih menghadapi tekanan dimana sebelumnya turun tajam hingga mencapai level terendah dalam sekitar tujuh minggu. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada timeframe H4 masih menunjukkan potensi pelemahan.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan pergerakan harga emas membentuk false break yang kemudian dikonfirmasi oleh pola Bearish Engulfing. Pola tersebut dinilai menunjukkan masih kuatnya tekanan jual pada emas.

"False break pada timeframe H4 menjadi perhatian karena menunjukkan kegagalan harga mempertahankan momentum penguatan. Kemunculan pola Bearish Engulfing setelah false break semakin memperkuat indikasi adanya tekanan jual," kata Geraldo dalam analisis hariannya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, kondisi teknikal tersebut membuka peluang harga emas melanjutkan penurunan menuju zona support USD4.129-USD4.114. Area tersebut menjadi level penting yang perlu dicermati pelaku pasar. Respons harga ketika mencapai zona support akan memberikan gambaran mengenai potensi pergerakan berikutnya.

Jika tekanan bearish berlanjut dan harga bergerak menuju zona tersebut, pelaku pasar dapat mencermati respons harga di area support untuk melihat kemungkinan terjadinya rebound atau kelanjutan pelemahan.

Sebaliknya, apabila harga mampu bertahan di sekitar support USD4.129-USD4.114, peluang terjadinya technical rebound masih terbuka. Namun, Dupoin Futures menilai tekanan bearish masih dominan pada timeframe H4 sehingga potensi pelemahan tetap perlu diperhatikan.
 



(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Penguatan dolar AS tekan harga emas


Dari sisi fundamental, harga emas juga masih menghadapi sejumlah tekanan. Harga emas turun pada perdagangan Rabu, 30 September, dengan harga emas spot berada di sekitar USD4.152,86 per troy ons.

Penurunan terjadi meskipun data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat menunjukkan inflasi lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut sempat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober. Namun, kenaikan harga energi dan imbal hasil Treasury AS masih menjadi tekanan bagi emas.

Harga emas sebelumnya bahkan sempat turun hingga sekitar USD4.110 per troy ounce, level terendah dalam sekitar tujuh minggu. Pada saat yang sama, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Juni 2007. Kenaikan imbal hasil obligasi dapat meningkatkan tekanan terhadap emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Menurut Dupoin Futures, pergerakan imbal hasil Treasury dan dolar AS masih menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Apabila imbal hasil Treasury AS kembali meningkat, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi bertambah. Sebaliknya, penurunan imbal hasil dapat memberikan ruang bagi harga emas untuk kembali menguat.

Pasar juga masih menantikan sejumlah indikator ekonomi AS, terutama data ketenagakerjaan, untuk mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan The Fed berikutnya. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan imbal hasil Treasury, yang pada akhirnya turut berdampak terhadap harga emas.

Geraldo menilai struktur teknikal emas pada timeframe H4 masih menunjukkan sinyal bearish setelah terbentuk false break dan pola Bearish Engulfing. Berdasarkan analisis tersebut, Dupoin Futures melihat harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support USD4.129-USD4.114.

"Meski demikian, area support tersebut perlu dicermati karena dapat menjadi titik respons harga. Pergerakan imbal hasil Treasury, dolar AS, data ketenagakerjaan AS, serta harga energi menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi arah XAU/USD selanjutnya," jelas Geraldo.

(Husen Miftahudin)