Modus 'Layering' Sindikat Narkoba, Samarkan Uang Haram Jadi Narasi Donasi

Pengedar narkoba Andre 'The Doctor' Fernando. Foto: Dok. Antara.

Modus 'Layering' Sindikat Narkoba, Samarkan Uang Haram Jadi Narasi Donasi

Muhammad Alvi Randa • 19 April 2026 06:55

Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap kecanggihan praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh sindikat narkoba yang kini semakin terorganisasi. Para pelaku tidak hanya menggunakan rekening pihak ketiga, tetapi juga melakukan penyamaran transaksi secara masif guna mengelabui sistem pengawasan perbankan nasional.

“Para pelaku menggunakan rekening proxy, memecah transaksi dalam jumlah tertentu, hingga mencantumkan keterangan palsu,” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
 


Penyidik menemukan arus dana masuk mencapai Rp124 miliar yang tersebar di empat rekening penampung utama melalui lebih dari 2.100 transaksi. 

Sindikat ini menggunakan praktik layering dengan mencantumkan narasi palsu pada keterangan transfer, seolah-olah untuk pembayaran kendaraan, cicilan utang, hingga donasi, guna menutupi asal-usul uang hasil bisnis haram tersebut.

Selain itu, teknik structuring atau pemecahan nominal besar menjadi kecil juga diterapkan agar tidak terdeteksi sistem pelaporan otomatis bank. Eko menilai pola ini merupakan tantangan serius karena menunjukkan para bandar telah membangun infrastruktur keuangan yang cukup rapi.

“Ini menunjukkan tingkat kecanggihan yang tinggi, mereka tidak hanya menjalankan bisnis narkoba, tetapi juga membangun sistem keuangan tersendiri untuk menyembunyikan hasil kejahatan,” jelas Eko.


Terduga pemasok narkoba Andre Fernado alias The Doctor (bawah) duduk di kursi roda di Bareskrim Polri, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU.

Di sisi lain, sindikat ini mengeksploitasi masyarakat sebagai penyedia rekening dengan imbalan uang, yang memperluas risiko hukum bagi warga sipil. Menanggapi hal tersebut, Bareskrim menegaskan akan memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk menelusuri aliran dana secara menyeluruh, mulai dari penyedia rekening hingga bandar utama yang mengendalikan operasi keuangan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)