Pola Rapi Sindikat 'The Doctor', Transaksi Rp99 Juta Dilakukan Ratusan Kali

Terduga pemasok narkoba Andre Fernado alias The Doctor (bawah) duduk di kursi roda di Bareskrim Polri, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU.

Pola Rapi Sindikat 'The Doctor', Transaksi Rp99 Juta Dilakukan Ratusan Kali

Muhammad Alvi Randa • 19 April 2026 06:46

Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri membongkar siasat pencucian uang sindikat narkoba jaringan Andre Fernando alias “The Doctor”. Penyidik menemukan teknik structuring, yakni memecah transaksi besar menjadi nominal berulang senilai Rp99.999.999 sebanyak ratusan kali guna menghindari sistem deteksi otomatis perbankan.

“Penyidik menemukan pola transaksi yang sangat rapi dengan nominal berulang Rp99.999.999. Ini dilakukan berkali-kali untuk menghindari pelaporan otomatis dari sistem perbankan,” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
 


Temuan ini terungkap setelah penyidik menganalisis rekening penampung milik tersangka Lusiana yang mencatat arus dana masuk sebesar Rp81,9 miliar dalam periode Agustus 2024 hingga Maret 2026. 

Dari total 946 transaksi yang tercatat, sebanyak 445 di antaranya menggunakan nominal unik yang hampir serupa untuk menyamarkan asal-usul uang hasil bisnis haram tersebut.

Selain manipulasi nominal, sindikat ini juga memanfaatkan 'rekening proxy' atau rekening atas nama orang lain untuk memutus rantai aliran dana antara pembeli dan bandar. Para pemilik rekening ini biasanya warga yang tergiur imbalan instan mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta.

"Salah satu tersangka sendiri direkrut dengan imbalan Rp1.000.000, untuk membuka dan menyerahkan kartu ATM serta M-Banking miliknya," ungkap Eko.


Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Bareskrim kini tengah mendalami keterkaitan aliran dana ini dengan tiga klaster sindikat besar, yakni jaringan Erwin Iskandar, Andre Fernando, dan Hendra Lukmanul Hakim. 

Polri menegaskan akan menindak seluruh pihak yang terlibat, termasuk para penyedia rekening, sebagai bagian dari strategi memutus urat nadi keuangan jaringan narkoba dari hulu hingga hilir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)