Jalan Kampung Kramat di RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kembali ditutup akibat jembatan amblas, Senin (2/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Jalan Kembali Ditutup Imbas Dua Lubang Besar di Jembatan Cipayung
Siti Yona Hukmana • 2 March 2026 14:08
Jakarta: Akses Jalan Kampung Kramat di RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), kembali ditutup. Penutupan jalan dilakukan setelah ditemukan dua lubang besar di sekitar Jembatan Cipayung.
"Dua lubang membahayakan pengendara yang melintas, sehingga jalanan tidak bisa dilintasi sementara," kata Lurah Setu Dwi Widiastuti seperti dilansir darI Antara, Senin, 2 Maret 2026.
Kerusakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, sehingga pemerintah setempat memutuskan menutup total ruas penghubung Jakarta dan Bekasi itu. Dwi menjelaskan kondisi lubang yang ditemukan cukup mengkhawatirkan. Lubang pertama memiliki lebar sekitar 30 hingga 100 sentimeter (cm), panjang empat meter, dan kedalaman mencapai tiga meter.
Sementara lubang kedua lebarnya sekitar 20-30 cm, memanjang hingga enam meter dengan kedalaman sekitar satu meter. "Dengan kondisi seperti ini, sangat berbahaya jika tetap dilalui kendaraan, terutama roda dua. Karena itu, kami putuskan untuk menutup sementara demi keselamatan," terang Dwi.
Jalan Kampung Kramat selama ini menjadi salah satu akses alternatif favorit warga, karena menghubungkan wilayah Jakarta Timur dengan Bekasi. Penutupan tersebut berdampak pada mobilitas warga, terutama pekerja dan pelajar yang biasa melintas di jalur itu untuk memangkas waktu tempuh.

Kondisi jembatan amblas di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (2/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Dwi mengimbau masyarakat sementara waktu menggunakan rute lain, seperti Jalan PLN, Jalan Sumir, atau Jalan Tol JORR. Dia menyadari jarak tempuh menjadi lebih jauh, namun keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.
"Bisa melalui Jalan PLN, Jalan Sumir maupun Jalan Tol JORR. Meski jarak tempuh lebih jauh, namun keselamatan lebih penting," ujar Dwi.
Pihak kelurahan juga telah berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Di samping itu, warga berharap perbaikan kali ini dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan tidak kembali terulang dan akses vital di kawasan Cipayung tersebut dapat segera difungsikan kembali secara aman.